YURISTGAMEINIGAMEID101

Warga Minta Polres Kupang Tuntaskan Kasus Curnak


Oelamasi, Independen- news.com - Warga Desa Bokong, Kecamatan Taebenu minta Polres Kupang segera tuntaskan kasus dugaan pencurian ternak (Curnak) sapi yang telah dilaporkan warga tanggal 01 Oktober 2019. Namun, hingga saat ini hampir dua bulan lamanya, kasus ini belum ada tanda-tanda perkembangan laporan.

Laporan kasus curnak sapi ke Polres Kupang hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan segera dituntaskan. Padahal, berbagai pihak telah dimintai keterangan baik pemilik sapi, saksi-saksi serta surat keterangan kepemilikan sapi dari Kepala Desa Bokong pun telah diserahkan ke penyidik.

Demikian diungkap pemilik sapi, Sefnat Ismau, Warga Desa Bokong, Jumat (22/11/2019) di kompleks Moen Moro Desa Oesena, Kecamatan Amarasi.
Foto : Ilustrasi

Kronologis hilangnya sapi miliknya kata Sefnat Ismau, tanggal 15 September 2019 sapi betina miliknya hilang dari kandang. Ia Bersama warga lainnya berusaha mencari selama satu minggu lamanya.

Tanggal 27 September 2019, ia bersama warga menemukan sapi itu di halaman rumah seorang Warga Desa Oesena berinisial AM yang kuat duagaan sebagai terduga pelaku. Sapi betina itu dikenali sebagai miliknya dari tanda fisik yaitu kelopak mata kiri berwarna putih dan ujung ekor pun berwarna putih.

AM warga Desa Oesena akhirnya mengakui kalau sapai betina itu milik Sefnat Ismau, walau awalnya AM sempat berkelit dengan berbagai alasan. AM pun sempat memberi tanda potongan telinga pada sapi milik Sefnat Ismau.

Dirinya kemudian bersama AM bertemu pemangku adat untuk menyelesaikan kasus ini secara adat. Tanggal 27 September 2019 itu, para pemangku adat dari Desa Oesena dan Desa Bokong bersama pemilik sapi, AM dan ratusan warga duduk bersama menyelesaikan persoalan itu secara adat.
Surat Keterangan Kepemilikan Sapi.

Tertulianus Ome, salah seorang saksi yang menyaksikan proses penyelesaian adat menuturkan, dihadapan dua lembaga pemangku adat dari Desa Oesena dan Desa Bokong, AM mengakui perbuatannya dan bersedia menerima sanksi adat.

Para tetua adat kemudian memberi sanksi kepada AM sesuai kesepakatan bersama, dan AM bersedia melaksanakan keputusan sanksi adat tanggal 30 September 2019.

Epafroditus Ismau, Saksi lainnya mengatakan, pada waktu yang disepakati melaksanakan sanksi adat, ternyata tidak bersedia dan malah menyebut pihak lain lagi.

Akhirnya, pada malam hari tanggal 30 Spetember 2019 itu, datang membuat laporan polisi di Polres Kupang. Pemilik sapi dan saksi-saksi telah diambil keterangannya berikut surat keterangan kepemilikan sapi dari Kepala Desa Bokong pun telah juga diserahkan ke penyidik.

Warga berharap, Polres Kupang segera menyesaikan kasus ini, sebab kasus pencurian sapi di wilayahnya sudah sering teejadi dan mereshkan warga. (Sully).

About Author

Berita Terbaru