YURISTGAMEINIGAMEID101

Program BSPS : Kades Merbaun dinilai Pilih Kasih


Oelamasi, Independen-news.com - Kepala Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang - NTT dinilai pilih kasih, terutama soal penentuan penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Pada program BSPS itu, Kepala Desa yang menentukan dan mengusulkan penerima program dan selanjutnya diusulkan ke Dinas Perumahan. Dengan program BSPS diharapkan bisa meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH).

Adalah Semuel Bureni, Warga Rt. 25/Rw. 13 Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat yang sejak kecil mengalami kelainan secara fisik. Istrinya pun telah meninggal dunia sejak lama. Anak semata wayangnya juga tidak tau pergi entah kemana hingga menyisakan Samuel Bureni hidup sebatangkara dalam gubuk tidak layak huni.

Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya menyebutkan, nama Samuel Bureni awalnya teratat sebagai salah satu calon penerima Program BSPS, tapi akhirnya diganti dengan penerima lainnya.

Kepala Desa Merbaun, Abdon Matta yang dikonfirmasi via telepon genggamnya, Jumat (15/11/2019) mengatakan, penduduk Desa Merbaun yang kondisi fisiknya sama seperti Samuel Bureni cukup banyak. 

Terkait program BSPS itu, nama Samuel Bureni memang tidak ada dalam daftar penerima program. Alasan utamanya lantran Samuel Bureni dinilai tidak mampu swadaya menyiapkan bahan bangunan lokal.

Menurut Kepala Desa Merbaun, penerima program BSPS wajib swadaya sendiri beberapa bahan bangunan, sebab BSPS sifatnya hanya stimulan saja dengan bantuan hanya Rp. 17.500.000 per unit rumah. Tahun 2019 program BSPS untuk Desa Merbaun diberikan kepada 25 orang yang dibagi ke semua dusun.

Selain dinilai tidak mampu swadaya kata Kades Merbaun, yang bersangkutan pun belum memiliki kelengkapan administrasi kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga serta surat kepemilikan tanah. Karena alasan ini, yang bersangkutan tidak didaftarkan sebagai salah satu penerima program BSPS.

Ia mengaku, yang bersangkutan akan menjadi prioritas penerima program serupa pada tahun 2020 atau 2021 mendatang dengan intervensi dana desa.

Pendamping program BSPS Desa Merbaun, Musa Ton yang juga dikonfirmasi via sambungan telepon mengatakan, penerima program BSPS di Desa Merbaun ditentukan oleh Kepala Desa dan bukan oleh pendamping apalagi dinas.

Menurutnya, nama Samuel Bureni tidak terdaftar sebagai penerima BSPS. Sebagai pendamping program, ia sudah menghubungi Pemdes Merbaun dan usulan nama pemerima diperolehnya dari Kepala Desa. Kuota untuk Merbaun hanya 25 unit untuk tahun 2019.

Program BSPS katanya, tidak murni memberi bantuan untuk satu unit rumah secara utuh, BPSP ini sifatnya hanya stimulan sehingga penerima mesti mengupayakan secara swadaya bahan bangunan lainnya. Jumlah dana yang diterima hanya sebesar 17.500.000 per unit. Jumlah itu dapat dirincikan, 15.000.000 untuk bahan bangunan sementara 2.500.000 untuk ongkos tukang.

Ia menjelaskan bahwa Penerima program BSPS mesti penuhi syarat-syarat baik secara administasi kependudukan maupun menyatakan bersedia secara sukarela melakukan swadaya. (Sully).

About Author

Berita Terbaru