YURISTGAMEINIGAMEID101

Modal 4 ekor, Warga Oesena Berhasil Ternak Ayam Kampung


Oelamasi, Independen-news.com - Modal awal hanya 2 ekor ayam betina dan 2 ekor ayam jantan, kini Warga Desa Oesena telah berhasil kembangkan ternak ayam kampung hingga ratusan ekor.

Demikian di ungkap Gelda Mnir, Warga Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang - NTT yang ditemui Senin (11/11/2019) di Oesena.

Menurutnya, tanggal 23 Nopember 2018 yang lalu dirinya bersama 19 orang perempuan yang tergabung dalam forum perempuan bentuka sebuah LSM mendapat bantuan berupa 77 ekor ayam kampung dari Kepala Desa Oesena. Ayam kampung sejumlah 77 ekor itu kemudian di bagikan kepada semua anggota forum. Ia mendapat bagian 2 ekor ayam betina dan 2 ekor ayam jantan.

Ia menuturkan, modal bantuan ayam kampung yang diterimanya dari Desa itu, ia berusaha kembangkan dengan pengetahuan seadanya. Sebagai ketua forum perempuan, dirinya kemudian berinisiatif meminta Kepala Desa Oesena untuk menghadirkan seorang anggota TNI guna memberi pengetahuan tentang cara memelihara ayam kampung dan cara atasi penyakit ayam.

Bulan Mei 2019 katanya, datanglah seorang anggota TNI memberi pelatihan kepada anggota forum perempuan. Pasca pelatihan, dirinya mulai praktek ilmu yang diperolehnya itu. Alhasil, dalam jangka waktu singkat sekitar 3 - 4 bulan pasca pelatihan, ayam miliknya mulai berkembang hingga dua ratus ekor lebih.

Ia pun mengungkap hal unik dari ternak ayam miliknya. Menurut Gelda Mnir, ternak ayam miliknya dapat mengasilkan telur yang jika ditetaskan terdapat dua ekor anak ayam dalam satu butir telur. 

Selama 3 - 4 bulan ini, ayam miliknya telah berkembang hingga dua ratusan ekor umur 3 bulan. Sementara ayam yang sudah berhasil ia jual baru sekitar 20 ekor dengan harga jual seratus ribu rupiah per ekornya.

Uang yang ia peroleh dari hasil jual 20 ekor ayam itu digunakan untuk membeli pakan ayam, obat-obatan dan kebutuhan rumah tangga. Ia bertekad untuk terus kembangkan ayam miliknya hingga menjadu lebih besar lagi.

Untuk itu, dirinya sangat butuh alat penunjang guna terus mengembangkan ternak miliknya. Alat yang ia butuhkan yaitu mesin pengolah pakan dan mesin tetas.

Sementara itu, Kepala Desa Oesena Nelson Boymau mengatakan, bantuan ayam kampung kepada forum perempuan Desa Oesena merupakan program yang sumber dananya dari Dana Desa tahun 2017/2018. 

Keberhasilan anggota forum memelihara ayam kampung dalam jumlah besar merupakan hal luar biasa, lantaran tidak semua orang mampu melakukannya.

Keberhasilan Gelda Mnir dan anggota forum katanya, menjadi pelecut semangat bagi Pemerintah Desa Oesena. Akhir Tahun 2019 ini, Pemdes Oesena akan mengembangkan sentra ternak ayam kampung dengan cara memberi bantuan 1750 ekor ayam kampung kepada 350 KK warga Oesena untuk dipelihara.

Dengan demikian, dalam jangka waktu tidak terlalu lama, Desa Oesena akan jadi pusat ternak ayam kampung. Bagi 350 KK penerima bantuan akan dilatih oleh Gelda Mnir. "Bagi warga yang butuh ayam dan telur ayam kampung, bisa datang ke desa oesena. nanti narasumber bagi warga itu ibu Gelda Mnir, soal bagaimana ternak ayam yang bagus sampai berhasil,"Ungkapnya.

Ia berharap, dari 350 KK yang akan diberi bantuan ayam kampung dari Dana Desa tahap 3 tahun 2019, akan berhasil seperti Gelda Mnir. Dengan demikian, kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi termasuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga.

Sebagai Kepala Desa Oesena, Nelson Boymau meminta Pemkab Kupang membuat kebijakan berupa kerja sama dengan hotel - hotel dan rumah makan di kota kupang yang butuh ayam kampung bisa datang ke Desa Oesena. Bagi masyarakat umumnya, jika butuh telur ayam kampung pun bisa diperoleh dengan mudah di Desa Oesena. "ke depan kami desa oesena siap ayam dan telur ayam kampung,"Ujarnya. (Sully).



About Author

Berita Terbaru