YURISTGAMEINIGAMEID101

Longsor di Desa Oesena, 1 orang Meninggal Tertimbun Longsor

Oelamasi, Independen-news.com - Akibat hujan deras selama 6 hari di Desa Oesena, terjadi genangan air dan tanah mulai retak dan akhirnya terjadi longsor.

Satu orang warga Desa Oesena menjadi korban tertimbun tanah longsor. Selain korban jiwa warga, 3 orang mengalami patah tangan, 1 orang patah kaki serta korban luka sebanyak 4 orang.

433 orang warga Desa Oesena berhasil dievakuasi tim SAR. Diantara korban yang dievakuasi terdapat seorang ibu yang hamil tua.

Selain korban jiwa, akibat longsor itu terdapat 2 unit rumah warga tertimbun lonsor, 3 unit rumah lain disekitar lokasi longsor rusak parah.

Demikian gambaran singkat simulasi Siaga Bencana Tanah Longsor yang digelar oleh Arbeiter Samariter Bund (ASB) bekerja sama dengan Disability Inclusive DRR Network dan Pemerintah Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang - NTT, Kamis (21/11/2019) di Kantor Desa Oesena.

Simulasi di mulai saat Kepala Desa Oesena, Nelson Boymau menyampaikan Security Briefings kepada masyarakat. Disampaikan bahwa, kondisi hujan deras selama enam hari berakibat fatal dan rawan longsor. Oleh karena itu, masyarakat diminta berhati-hati menghindari wilayah rawan longsor. Kades Oesena menjelaskan pula soal titik berkumpul masyarakat bila terjadi bencana.

Charles Panie, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaakat dan Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Kupang mengatakan, banyak peristiwa bencana yang berpotensi terjadi, bukan hanya longsor saja.

Bencana yang sementara terjadi di Kabupaten Kupang sebenarnya soal kekeringan. Curah hujan yang minim di awal tahun 2019 serta kemarau panjang hingga Nopember 2019 ini berakibat banyak wilayah mulai kekeringan.

Untuk itu, sebagai Dinas yang membawahi pemerintah desa dengan dana desanya, ia beeharap setiap program pembangunan di tiap desa juga memikirkan soal ketersediaan air baik untuk irigasi maupun air baku untuk kebutuhan MCK.

Camat Amarasi, Dina Masneno menyambut baik simulasi siaga bencana itu. Baginya, Desa Oesena mesti berbangga ditunjuk sebagai tuan rumah untuk kegiatan bermartabat itu.

Ia berharap, warga desa oesena jangan hanya diam pasca mendapat materi terkait penaggulangan bencana, tapi mampu menjadi pembawa berita, mampu menjadi narasumber bagi desa lain di Amarasi.

Pasca pembukaan kegiatan di Aula Kantor Desa Oesena, dilanjutkan dengan simulasi bila terjadi bencana serta apa yang harus dilakukan masyarakat.

Simulasi di laksanakan di wilayah Dusun III Desa Oesena. Dalam skenarionya, telah terjadi longsor di Dusun III Oesena. Masyarakat di dusun lain setelah mendengar informasi dari Kepala Desa langsung membunyikan pentungan.

Masyarakat yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat langsung menuju ke lokasi bencana untuk menolong serta evakuasi warga ke tempat aman. Selain itu, tim juga melakukan pendataan terhadap korban akibat bencana baik korban jiwa maupun korban harta benda.

Bagi para korban akibat bencana langsung mendapat pertolongan dan di evaluasi ke ritik kumpul atau titik pengungsian. Simulasi siaga bencana berlangsung sesuai skenario.

Turut hadir dalam simulasi siaga bencana antara lain BPBD NTT, ASB Jogjakarta, Mr. Junaed Rachman dan Miss Revata dari Bangladesh, Kadis PMD Kabupaten Kupang, BPBD Kabupaten Kupang, PMI NTT, Camat Amarasi. (Sully).
Korban longsor di evakuasi oleh Tim ke titik aman.

About Author

Berita Terbaru