YURISTGAMEINIGAMEID101

Kronologis Kasus Kematian Ama Lukas di Naibonat


Oelamasi, Independen-news.com - Kasus kematian korban Lukas Manutede alias Ama Lukas berhasil diungkap Reskrim Polres Kupang. Bahkan dalam waktu kurang dari 1× 24 jam saja, dua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban berikut Barang Bukti berhasil di amankan.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIK melalui Kasubag Humas IPTU Amru Ichsan ditemani Kasat Reskrim IPTU Simson S.L Amalo, SH, Rabu (20/11/2019) di Mako Polres Kupang menguraikan kronologis kejadian.

Menurutnya, peristiwa pembunuhan terhdap Korban Lukas Manudete (60 tahun) warga Rt. 05/Rw. 02 Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang - NTT terjadi pada hari Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 15.00 wita di Kelurahan Naibonat.

Peristiwa pembunuhan terhadap korban, dilaporkan oleh pemilik rumah bernama Yanti Thomas, korban sendiri adalah penjaga rumah milik Yanti Thomas. Peristiwa pembunuhan diketahui hari Senin (18/11/2019) sekitar pukul 07.30 wita.

Saat mendatangi rumah mikiknya pada senin 18/11/2019 itu, dari arah luar tercium aroma busuk dari dalam rumah. Yanti Thomas kemudian memberitahukan kepada tetangganya itu Fredi Elias Mangi dan Soleman P. Polik. Bersama kedua orang saksi, mereka masuk kedalam rumah untuk mengecek isi rumah berkaitan dengan aroma busuk yang tercium itu.

Pelapor bersama dua orang saksi saat berada didalam rumah mendapati korban sudah meninggal dunia, disekitar korban ditemukan banyak bercak darah. Yanti Thomas kemudian melaporkan kejadian penemuan mayat kepada Polres Kupang. 

Mendapat laporan itu, jajaran Polres Kupang langsung menuju lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara, mengumpulkan bukti - bukti, mencari fakta dan petunjuk di TKP. Hasil kerja cepat Reskrim Polres Kupang, maka dalam waktu 1× 24 jam berhasil mengungkap kasus ini.

Dua orang yang diduga sebagai pelaku pun berhasil di identifikasi berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP. Dua tersangka itu berinisial PHP (16 tahun) dan EAT (15 tahun) warga Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang - NTT berhasil diamankan hari Selasa (19/11/2019).

Kronologis Kejadian

Menurut Kasubag Humas Polres Kupang, hari sabtu (16/11/2019) kedua tersangka PHP dan EAT berniat mencuri bebek dirumah milik Yanti Thomas yang dijaga oleh korban. Sebelum melakukan aksinya mencuri bebek, Kedua tersangka masuk ke dalam rumah karena pintu rumah terbuka.

Setelah berada didalam rumah, tersangka PHP mengambil sebilah pisau di TKP kemudian pisau disershkan ke tersangka EAT. Tersanka PHP lalu memerintahkan EAT untuk memeriksa isi lemari mencari senapan. Senapan dan barang berharga lain tidak ditemukan dalam lemari maka PHP mengajak EAT keluar mengambil bebek.

Saat hendak keluar katanya, kedua tersangka kepergok oleh korban. Kedua tersangka lalu masuk lagi kerumah, sementara korban berusaha menangkap kedua tersangka itu. Saat ingin melakukan aksi mencuri bebek, tersangka PHP sudah membawa sebilah samurai.

Ketika korban sudah didalam rumah, korban langsung ditebas menggunakan samurai oleh PHP di kepala korban. Korban kemudian lari dan dikejar oleh kedua tersangka. Korban terjatuh dilantai rumah, tersangak PHP langsung mengayunkan samurai sebanyak enam kali mengenai kepala dan leher korban.

Setelah itu, PHP meminta sebilah pisau dari EAT dan PHP menyerahkan samurai ke EAT lalu EAT pergi. Tersangka PHP masih melakukan penikaman kepada korban menggunakan pisau sebanyak tiga kali di dada korban dan setelah itu PHP meninggalkan TKP.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan polisi yaitu pakaian korban, pakaian kedua tersangka saat melakukan aksinya, sebilah pisau dan sebilah samurai. (Sully).

About Author

Berita Terbaru