YURISTGAMEINIGAMEID101

Dharma Pertiwi NTT gelar sosialisasi Balatkom dan Radikalisme


Kupang, Independen-news.com - Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Radikalisme, Rabu (20/11/2019) di Lt 1 Ruang Ahmad Yani Makorem 161/Wira Sakti.

Ketua Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J, Ny Syaiful Rahman dalam sambutannya menyampaikan, tujuan kegiatan Sosialisasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Radikalisme ini memiliki arti yang sangat penting bagi seluruh anggota Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J, dengan tujuan selain sebagai wadah kita untuk bersilaturahmi, juga untuk mencegah terpapar Bahaya Laten Komunis dan paham radikal.

Sementara itu, Danrem 161/Wira Sakti selaku Pembina Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J, Brigjen TNI Syaiful Rahman,S,Sos mengatakan, Bahaya Laten Komunis dan Radikalisme merupakan salah satu ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama untuk mencegah dan melawannya. Oleh karena itu kita harus turut serta melawan Bahaya Laten Komunis dan Radikalisme yang merongrong Ideologi Pancasila dan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan ini tampil dua narasumber, yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT dengan materi bahaya laten komunis dan Kasiter Korem 161/Wira Sakti selaku Pembina Harian Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J, Kol Inf Abdullah Jamali dengan materi Bahaya Paham Radikal.

Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah Anggota Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J yang terdiri dari unsur Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab rem 161 PD IX/Udayana, Unsur Jalasenastri Lantamal VII Kupang, Unsur Pia Ardhya Garini Lanud El Tari Kupang, Anggota Makorem 161/Wira Sakti dan Balak Aju Kodam IX/Udayana.

Tampak hadir juga Kasrem 161/Wira Sakti, Ketua Persit KCK Koorcabrem 161 PD IX/Udayana, Ketua Jalasenastri Lantamal VII Kupang, Yang mewakili Ketua Pia Ardhya Garini Lanud El Tari Kupang, Para Kasi Korem 161/Wira Sakti dan Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana.(Penrem161/ws)

About Author

Berita Terbaru