YURISTGAMEINIGAMEID101

Ahli Waris Esau Konay Warning Elimelek Sutai

Kupang, Independen-news.com - Ahli waris Keluarga Konay memberi peringatan keras kepada tersangka penipuan jual beli tanah Elimelek Sutay agar hentikan aksi penipuannya. Pasalnya, jika tertangkap tangan di lapangan (obyek Esau Konay) sudah barang tentu akan ditindak tegas.

"Anak-anak kami jangan sampai dapat lihat Elimelek Sutay ini beraksi dalam obyek. Di luar obyek, silahkan saja. Kami (ahli waris Esau Konay) percaya polisi akan proses laporan kami di Polres Kupang Kota. Laporan kami sudah satu tahun di Polres Kupang Kupang," kata ahli waris Esau Konay, Marthen Konay kepada wartawan, Kamis (28/11) kemarin di Kupang.
Marthen Konay, Ahli Waris Esau Konay.


Warning ini disampaikan Marthen Konay terkait aksi Elimelek Sutay yang memasang papan di atas obyek milik Esau Konay di bilangan Kelurahan Oesapa. Selain itu, untuk menghindari konflik horizontal di atas obyek milik almarhum Esau Konay dan Dominggus Konay. Apalagi kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Kupang Kota guna menugusut tuntas laporan soal dugaan jual beli tanah tanpa hak oleh Elimelek Sutay ini.

"Kami bukan ancam. Kami hanya ingatkan. Kalau sudah masuk obyek pasti akan ada korban. Tanah itu milik leluhur kami yang dipertahankan dengan darah dan air mata. Kami perkara di atas perkara, baru gampang-gampang saja mau klaim. Silahkan saja," kata Marthen Konay sambil tertawa.

Marthen Konay yang akrab disapa MK menyebut, dua putusan hukum yang dicantumkan pada papan pengumuman tersebut sebagai dasar mengklaim lahan tersebut tidak benar. Apalagi Ely Sutay ini mendapat kuasa dari Pieter Konay alias Pieter Johannes yang merupakan pihak tereksekusi sesuai putusan hukum yang dicantumkan pada papan pengumuman tersebut.

"Putusan pertama, putusan Mahkamah Agung nomor 3171 K/PDT/1990 tertanggal 30 Mei 1996 di dalam perkara perdata antara ayah saya (Esau Konay) melawan Bertholomeus Konay yang adalah ayah dari Pieter Konay alias Pit Johannes yang memberi kuasa kepada Eli Sutay," ujarnya.

Ia heran, nama Elimelek Sutay tidak ada dalam perkara nomor 3171 K/PDT/1990 sebagai pihak tergugat atau penggugat namun bebas menggunakan putusan tersebut. Kalau namanya tertera sebagai pihak berperkara baik penggugat atau tergugat tidak ada masalah.

Terkait perkara ini jelas Marthen, sudah dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Kupang karena sudah berkekuatan hukum tetap. Kenapa, sekarang bawa-bawa putusan hukum yang kalah dan obyeknya juga sudah dieksekusi?

"Ini bodoh namanya. Kalah perkara tapi beri kuasa kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa untuk urus tanah (obyek) yang sudah berkekuatan hukum tetap Yang terima kuasa ini lebih bodoh dan tidak tahu hukum makanya sembarang saja pakai ini putusan hukum," kata MK sambil tertawa.

Yang lebih parah, kata MK, putusan perkara pidana dalam kasus pengrusakan justru ikut dicantumkan seolah-olah sebagai pemilik tanah yang diklaim tersebut.

Ia menambahkan lagi jika obyek yang diklaim Elimelek Sutay ini sementara dalam proses perkara antara ahli waris Esau Konay dengan Pieter Konay alias Pieter Johannes. Perkara ini dimenangkan oleh ahli waris Esau Konay di tingkat Pengadilan Negeri Kupang dan Pengadilan Tinggi Kupang.

"Tidak ada nama Elimelek Sutay dalam perkara perdata atas obyek yang diklaimnya dengan memasang papan pengumuman. Jadi kasihan betul orang ini. Yang penting, kami sudah ingatkan yang bersangkutan jadi kalau masih turun lokasi pasti kami cegat," pungkas MK.

Untuk diketahui Elimelek Sutay sendiri sudah dua kali dilaporkan ke Polres Kupang Kota sampai divonis dalam perkara pengrusakan dan penyerobotan tanah milik Ferdinand Konay di Kelurapan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima. Ironis, Elimelek Sutay alias Eli Sutay ini tidak jera malah kembali mengulangi perbuatannya.

Dalam laporan Ferdinand Konay tersebut disebutkan bahwa pada tanggal 20 Januari 2017, telah terjadi kasus / Tindak Pidana “MEMBUAT SURAT PALSU DAN MENGUASAI TANAH TANPA HAK”.

Terlapor, Elimelek Sutay alias Eli Sutay menjual sebidang tanah milik Ferdinand Konay dengan luas 360 M² kepada Soleman Sooai senilai Rp 50 juta. Pada kwitansi penjualan tanah tersebut terlapor menggunakan marga Konay pada namanya sedangkan terlapor sendiri bermarga Sutay.

Sedangkan tanah yang dijual Elimelek Sutay alias Elimelek Sutay adalah bukan tanah miliknya. Elimelek Sutay alias Eli Sutay juga bukan ahli waris dari almarhum Esau Konay. (*/Sully).

About Author

Berita Terbaru