YURISTGAMEINIGAMEID101

Warga Desa Tanah Putih Bersatu dalam Budaya


Oelamasi, Independen-news.com - Warga Desa Tanah Putih, bersama dan bersatu lebur dan bersatu dalam balutan budaya. Perkembangan zaman seperti saat ini, beragam budaya warisan leluhur mulai di dilupakan oleh generasi muda dan masyarakat.

Budaya daerah seperti tarian, tutur adat, motif tenunan perlahan mulai tergerus oleh arus medernisasi. Karya agung para leluhur tinggal menyisakan cerita bagi peradaban.

Alasan ini kemudian mendorong pemerintah Desa Tanah Putih, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang - NTT menggelar lomba tarian daerah. Bukan hanya lomba tarian daerah. Dalam kegiatan yang murni disponsori Pemdes Tanah Putih itu, berbagai motif kain tenunan, tutur adat turut di pamerkan.

Selain lomba tarian daerah, pemdes juga menggelar lomba kebersihan lingkungan yang diikuti oleh 5 dusun dalam wilayah Desa Tanah Putih.

Ketua Pemangku Adat Desa Tanah Putih, CHR Oematan, Senin (14/10/2019) di Tanah Putih mengatakan, tarian daerah cenderung mulai dilupakan oleh masyarakat. Tariam daerah seperti hering, bonet serta tutur adat mulai tergantikan oleh budaya dansa yang bukan budaya warisan nenek moyang orang timor.

Dirinya selaku pemangku adat memberi apresiasi atas kegiatan lomba tarian daerah yang disponsori Pemdes dan masyarakat yang masih peduli untuk melestarikan budaya daerah. "saya harap kegiatan ini bisa dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya,"Ujar CHR Oematan.

Ketua BPD Tanah Putih, Nahum Otepah mengungkap rasa bahagianya untuk kegiatan yang baru pertama kali di gelar Pemdes Tanah Putih.

Menurutnya, dalam tarian daerah seperti contoh tarian bonet menggambarkan nilai kebersamaan yang kuat tanpa sekat perbedaan antara semua penari bonet. Kondisi ini cocok dengan karakteristik masyarakat desa yang hidup bersama dalam kebersamaan yang kental.

Nilai kebersamaan dan kekeluargaan warga desa dibutuhkan untuk bersama membangun desa. Budaya asli hampir punah akibat tergerus arus moderniasi, oleh karena itu kegiatan ini pun hendak melestarikan budaya sebagai ciri khas sebagai orang timor.

Penjabat Kepala Desa Tanah Putih, Abraham Kehi mengatakan Perlombaan ini bukan saja mencari juara namun lebih diutamakan dalam membangun kebersamaan dan persaudaraan diantara masyarakat desa tanah putih.

Disisi lain, perlombaan ini diakuinya sebagai langkah awal menuju pembentukan sanggar budaya yang sudah digagasnya bersama BPD,Tokoh adat dan masyarakat Desa Tanah Putih.

Pantauan media ini, Ada 9 kelompok yang mengikuti perlombaan diantaranya terdiri dari anak-anak dan orang dewasa yang berasal dari 5 dusun. Tarian yang dilombakan antara lain tarian bonet dan beberapa tarian versi baru.Ratusan warga Desa memadati arena perlombaan dan sangat antusias menyaksikan penampilan para penari. 

Perlombaan yang diadakan hanya dalam waktu sehari tersebut langsung diumumkan pemenang oleh para Dewan Juri.Lomba kebersihan antar dusun dijuarai oleh dusun 2  dan runner up diraih oleh dusun 4.Masing-masing pemenang diberikan hadiah berupa sejumlah uang dan piala bergilir bagi juara pertama.

Sedangkan Tarian adat,Kelompok penari dari dusun 3 memeperoleh juara III,Dusun 2 mendapatkan juara ke II dan juara pertama diraih oleh kelompok penari dari Dusun  I. (Sully).

About Author

Berita Terbaru