YURISTGAMEINIGAMEID101

Suami Banting Tulang di Malaysia, Isteri "dibanting" Tetangga


Oelamasi, Independen-news.com - Suami bekerja keras, banting tulang di Negeri Jiran Malaysia untuk menghidupi keluarga, ternyata isteri yang tinggal dirumah malah "dibanting" tetangga sendiri.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Simson S. L. Amalo, SH, Rabu (16/10/2019) via Pesan WhatsApp mengatakan, Penyidik Polres Kupang sedang melakukan penyidikan terhadap perkara dugaan perzinahan sesuai laporan polisi tanggal 24 Juni 2019 oleh pelapor Marten Una.

Menurutnya, kuat dugaan isteri Marten Una berinisial SU "dibanting" oleh tersangka berinisial MB. Hasilnya, SUH hamil dan melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan walaupun prematur. Setelah beberapa hari melahirkan, anak kembar perempuan hasil "bantingan" MB meninggal dunia.

Kronologis peristiwa SUH "dibanting" tetangga katanya, terjadi awal bulan Juni 2019 lalu. Saat itu, Marten Una warga Nekamese Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang - NTT sedang bekerja ke Malaysia. 

Marten Una mendapat informasi soal kehamilan isterinya via telepon dari keluarga, keluarga minta Marten Una untuk kembali ke Indonesia karena isterinya dalam keadaan hamil.

Korban Marten Una pulang Kupang tanggal tanggal 17 juni 2019 dan saat korban menanyakan kepada SUH perihal siapa yang telah menghamilinya, dijawab bahwa yang menghamili adalah MB.

Korban juga mendapatkan penjelasan dari keluarga bahwa persoalan itu telah diurus oleh Kepala Desa Tunfeu, namun MB tidak mengakui perbuatannya. Tanggal 19 juni 2019 terlapor SUH melahirkan anak kembar laki- laki dan perempuan dalam keadaan prematur dan anak perempuan meninggal. Tanggal 24 Juni 2019, korban melaporkan kasus perzinahan ke pihak kepolisian.

Saat penyelidikan katanya, tersangka MB tidak mengakui perbuatannya, setelah gelar perkara di laksanakan maka kasus ini ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik melakukan pengambilan DNA dan dikirim ke Laboratorius Forensik (Labfor) tanggal 2 september 2019.

Hasil Labfor, anak yang dilahirkan adalah anak biologis tersangka SUH dan MB tapi anehnya tersangka MB dalam BAP tetap tidak mengakui perbuatannya, penyidik telah mengirimkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang. Penyidik akan segera melengkapi berkas perkara untuk dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara itu, IPDA Fridinari Kameo, Kanit PPA Polres Kupang mengatakan, Marten Una suami dari tersangka SUH iklas menerima isteri dan anak hasil selingkuhan, Marten Una juga memaafkan SUH serta menerima kembali isterinya setelah selesai menjalani masa hukuman.

Kedua tersangka masing - masing SUH dan MB disangka melanggar ketentuan Pasal 284 KUHP tetang Perzinahan. (*/Sully).
Tersangka SUH dan MB saat di periksa Penyidik Unit PPA Polres Kupang.

About Author

Berita Terbaru