YURISTGAMEINIGAMEID101

Desa Mata Air Kembangkan Teknologi Bioflock

Oelamasi, Independen-news.com - Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang - NTT kembangkan teknologi budidaya perikanan Bioflock untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan.

Bioflock adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flock, mengubah senyawa organik dan anorganik yang menjadi senyawa karbon (C), Hindogen (H), Oksigen (O) dan Nitrogen (N) menjadi masa sludge berupa bioflock dengan menggunakan bakteri bioflock.

Rizal Kurniawan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Senin (14/10/2019) di Mata Air mengatakan, bantuan perikanan sistem bioflock dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Dirjen Perikanan Budidaya bagi kelompok perikanan.

Menurutnya, Kelompok di Desa Mata Air dipilih sesuai hasil survei lokasi dan survei kelayakan kelompok calon penerima program. "Setelah kami survei, kelompok di desa mata air ini layak menerima bantuan,"Ungkapnya.

Tekonologi bioflock katanya, sangat cocok dengan iklim di NTT yang panas dan rata - rata kekurangan air. Teknologi ini memiliki keunggulan antara lain cocok untuk daerah panas, hemat air dan hemat pakan ikan.

Hemat air artinya, selama 3 bulan dengan kondisi suhu panas tidak perlu ganti air. Hemat pakan artinya, tumbuhkan banyak bakteri dari kotoran ikan dan sisa pakan ikan yang diolah dengan probiotik menjadi flock untuk pakan ikan itu sendiri.

Manfaat lain dari bioflock ungkapnya, memiliki produktifitas tinggi. Dengan kolam ukuran 4 × 4 meter, masyaakat dapat dipelihara hingga 1000 ekor dengam Hasil panen mencapai 200 kg per kolam.

Di wilayah NTT, sudah ada beberapa daerah sudah menerima program yang sama yaitu di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten TTU dan Kabupaten Manggarai Timur.

Jenis bantuan yang diberikan yaitu fasilitas kolam, pakan, bibit ikan nila merah serta obat - obatan. Untuk Desa Mata Air menerima bantuan 20.000 ekor benih ikan jenis nila merah yang sangat cocok untuk sistem perikanan bioflock.

Sementara itu, Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk mengatakan, dirinya merasa sangat gembira lantaran kelompok perikanan di desanya mendapat bantuan bernilai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen Perikanan Budidaya.

Ia mengatakan, dengan bantuan yang diterima masyarakat akan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terutama 2 kelompok penerima. "Tiga bulan ke depan, kelompok akan panen ikan nila dan ini tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat,"Ujar Kades Mata Air.

Ia juga berharap, kelompok yang sudah menerima bantuan, dapat juga menghasilkan kelompok baru. Desa Mata Air memiliki potensi sumber mata air yang cocok untuk program bioflock.

Dampak jangka panjang katanya, akan mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat atau kelompok tani di Desa Mata Air. "dari 20.000 ekor nila merah yang disebar di 10 kolam bioflock itu, saya harapkan dalam waktu 4 bulan sudah bisa panen,"Ujarnya. (Sully).


About Author

Berita Terbaru