YURISTGAMEINIGAMEID101

Polsek Sulamu Lidik Kasus Dugaan Pengrusakan Hutan Mangrove


Oelamasi, Independen-news.com - Polsek Sulamu saat ini sedang melakukan penyelidikan (Lidik) kasus dugaan pengrusakan hutan mangrove di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang - NTT.

Kapolsek Sulamu, Ipda Djoni Boro, SH, yang dihubungi via sambungan telepon, Minggu (08/09/2019) menyatakan, Polsek Sulamu sudah menerima laporan dari masyarakat dan saat ini sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan pengrusakan hutan mangrove seluas 3 hingga 5 hektar di Desa Oeteta untuk memperluas lahan tambak garam.

Menurutnya, pengrusakan hutan mangrove itu menggunakan alat berat dan juga menggunakan parang. Untuk kepentingan penyelidikan, Penyidik Polsek Sulamu telah memeriksa saksi - saksi. Polisi masih melakukan identifikasi untuk kemudian menentukan siapa pelaku yang diduga kuat melakukan aksi pengrusakan termasuk siapa pemilik alat berat yang digunakan merusak hutan mangrove.

Terkait siapa pelaku dugaan pengrusakan hutan mangrove, Kapolsek Sulamu Ipda Djoni Boro, SH enggan menyebutkan identitas pelaku maupun identitas pemilik alat berat. Dirinya beralasan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

"siapa pelakunya masih kami selidiki termasuk alat berat milik siapa juga masih dalam penyelidikan. yang jelas ada bekas alat berat dan ada bekas potongan parang,"Ungkap Kapolsek Sulamu.

Untuk kepentingan penyelidikan kata Kapolsek Sulamu, dirinya bersama anggotanya dengan didampingi ketua rukun tetangga setempat pun sudah meninjau lokasi pengrusakan hutan mangrove. Peninjauan lokasi oleh Polsek Sulamu dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Oeteta.

Informasi lain yang dihimpun media ini menyebutkan, kasus dugaan pengrusakan hutan mangrove di Desa Oeteta sudah dilaporkan secara resmi ke Polsek Sulamu dengan bukti laporan polisi nomor : LP/B/36/IX/2019/Sek.Sulamu.

Dalam laporan polisi itu disebutkan bahwa telah terjadi pengrusakan hutan mangrove di pantai Nona hingga pantai Mulu Kudung Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

Peristiwa pengrusakan hutan mangrove terjadi tanggal 30 Agustus 2019 sekitar pukul 08.00 wita yang kuat dugaan dilakukan oleh terlapor berinisial KH Cs yang menggusur hutan mangrove menggunakan alat berat. (Sully).



About Author

Berita Terbaru