YURISTGAMEINIGAMEID101

Pemkab Kupang Butuh Lembaga Pengembang Teknologi Perikanan

Oelamasi, Independen-news.com - Wilayah Kabupaten Kupang dengan luas perairan laut seluas 3.278,25 Kilometer persegi, kawasan perikanan budidaya mencapai 1.714,20 hektar.

Presentase jumlah penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, butuh kontribusi dari lembaga pengembangan IPTEK di bidang kelautan dan perikanan.

Demikian sambutan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, saat pelantikan siswa - siswi Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) Kupang Angkatan ke XVIII, Senin (16/09/2019) di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat.

Untuk itu, SUPMN Kupang ditantang untuk dapat menciptakan kader dibidang kelautan yang berkualitas dan mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kupang - NTT.

Wabup Kupang Jerry Manafe mengatakan, potensi perikanan yang besar telah pula tertuang dalam RPJMD tahun 2019 - 2024, perikanan menjadi sektor unggulan yang harus dioptimalkan baik dalam produksi maupun konsumsi perikanan. Tujuan utama tentunya untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Masyarakat dan Pemkab Kupang butuh peran serta lembaga untuk pengembangan IPTEK budidaya perikanan maupun komoditi perikanan lain yang bernilai ekonomis dengan sentuhan teknologi modern dan ramah lingkungan.

Kepala SUPMN Kupang, Markus Samusamu dalam laporan perkembangan SUPMN Kupang menjabarkan, tahun 2002 SUPMN Kupang awalnya dibentuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT untuk mendukung program pemprov dibidang kelautan dan perikanan.

Tahun 2012, SUPMN Kupang diserahkan oleh Pemprov NTT untuk dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. SUPMN Kupang juga menjadi anak bungsu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sehingga masih butuh perhatian pemerintah.

Hasilkan teknisi perikanan tingkat menengah yang kini tersebar di berbagai instansi pemerintah, industri perikanan di NTT maupun industri perikanan di luar negeri seperti di Australia, Jepang, Korea, Thailand, Panama, Norwegia serta negara lainnya.

Jumlah lulusan yang sudah dihasilkan SUPMN Kupang sejak tahun 2004 hingga saat ini mencapai 882 orang dengan presentasi lulusan bekerja sebagai ASN 8,5%, Swasta Nasional 17,5%, Swasta Asing 5,3%, melanjutkan pendidikan 9,9% dan lulusan yang tidak terpantau 4,8%.

SUPMN Kupang memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 53 orang, dengan mengelola dua program keahlian yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Agribisnis perikanan air payau dan laut.

Lulusan program Nautika kapal penangkap ikan setelah lulus akan memperoleh sertifikat keahkian nautika kapal penangkap ikan tingkat dua, sertifikat Basic Safety Training (BST) dan sertifikat Nautika perikanan laut.

Sementara lulusan program agribisnis perikanan air payau dan laut akan memperoleh sertifikat asisten ahli budidaya ikan dan sertifikat kompetensi bidang budidaya ikan. (Sully).


About Author

Berita Terbaru