YURISTGAMEINIGAMEID101

Kurang dibelai Suami, Motif ibu Bunuh Anak Kandung

Kupang, Independen-news.com - Lantaran kurang mendapat perhatian suami, kurang kasih sayang dan kurang belain suami, seorang ibu tega menghabisi balita kembarnya untuk balas dendam kepada suami.

Penyidik Polres Kupang Kota berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap balita kembar Angga dan Angki Masus (5 tahun) yang terjadi di Jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang - NTT pada Kamis (5/9) lalu.

Melalui kerja keras dari penyidik Polres Kupang terungkap bahwa pelaku pembunuhan balita kembar merupakan ibu kandungnya sendiri dengan motif kurangnya kasi sayang dan perhatian dari suami kepada pelaku.

Setelah melakukan introgasi terhadap ibu kandung korban , penyidik langsung menetapkan DRA (24 tahun), ibu kandung korban sebagai tersangka. Kini tersangka masih menjalani pemulihan di RSUD. S.K Lerik namun setelah di tetapkan sebagai tersangka, Dewi akan di pindahkan ke RSB Drs. Titus Uly Kupang.

Demikian diungkap Kapolres Kupang Kota, AKBP. Satrya P. P. T. Binti, S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu. Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH didampinggi Bripka. Brigitha Usfinit, SH, Jumat (13/9/2019) diruang kerjanya.

Pasca dilakukan gelar perkara singkat, penyidik menetapkan DRA sebagai tersangka. DRA merupakan ibu kandung dari balita kembar Angga dan Angky Masus (5 tahun).

Motiv pembunuhan terhadap kedua bocah berusia 5 tahun, masing-masing Angga Masus dan Angki Masus itu lantaran tersangka dendam terhadap perilaku ayah korban yakni Obir Masus (31) karena sering menganiaya dan kurang memberikan perhatian, kasih sayang, tidak memberi uang serta tidak memenuhi kebutuhannya sebagai isteri.

"Tersangka melancarkan aksi pembunuhan ini sebagai bentuk balas dendam kepada suaminya," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Dari pengakuan tersangka dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara, tersangka mengaku sebelum menghabisi kedua anak dari darah dagingnya itu, dirinya sempat membelikan kepada para korban makan ringan di kios dekat TKP.

Usai berbelanja, kedua buah hatinya itu diajak tidur dilantai yang beralaskan tikar. Setelah tidur tersangka mengaku terus terbayangkan dendam dengan suaminya kemudian bangun dan mengangkat parang yang terselip didinding rumah lalu menganiaya kedua korban di bagian kepala hingga tewas.

"Setelah menghabisi kedua korban, tersangka lalu mencoba bunuh diri dengan cara menikam parang ke bagian perut dan bagian leher. Tak lama berselang, tersangka tak sadarkan diri dan saat sadar ia sudah berada di rumah Sakit," ungkapnya.

Terhadap kasus ini, penyidik belum dapat menyimpulkan apakah tersangka dapat dijerat pasal pembunuhan berencana atau tidak, penyidik masih melakukan pendalaman perkara saat tersangka sembuh. Penyidikpun akan minta bantuan psikolog untuk memeriksa kejiawaan tersangka.

"Kondisi kesehatan tersangka mulai membaik dan sudah bisa pulang maka dengan ditetapkannya sebagai tersangka ini, kami akan menahan tersangka untuk itu kami akan menitip tersangka di RSB Titus Uly Kupang untuk dirawat hingga pulih," paparnya.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, DRA yang masih dalam perawatan dokter akan dipindahkan dari RSUD. S.K Lerik ke RSB Drs. Titus Uly Kupang untuk menjalani proses pemulihan akibat luka yang dideritanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang - udang Nomor 35 tahun 2014 tetantang perubahan atas Undang - undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo Pasal 338 KUHP. (*/Sully).
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu. Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH didampinggi Bripka. Brigitha Usfinit, SH saat memberi keterangan pers, Jumat (13/9/2019)

About Author

Berita Terbaru