YURISTGAMEINIGAMEID101

Buang Sampah dibukit Cinta Kena Denda Rp 500.000

Oelamasi, Independen-news.com - Peringatan keras bagi siapa saja yang berani buang sampah diseputaran daerah bukit cinta, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang - NTT, bagi yang kedapatan buang sampah sembarangan di daerah itu akan didenda Rp. 500.000.

Besaran denda Rp. 500.000 sebagai langkah untuk menertibkan seluruh masyarakat baik yang berdomisili di Desa Penfui Timur maupun masyarakat lain dari luar Kabupaten Kupang.

Denda bagi siapa saja yang ketahuan buang sampah tidak pada tempatnya, tertuang dalam peraturan kepala desa Penfui Timur. Uang itu kemudian diberikan 50 persen kepada yang menangkap pembuang sampah dan 50 persen ke kas desa.

Kepala Desa Penfui Timur, Ekleopas Nome menyampaikan hal ini dalam dialog bersama antara warga Penfui Timur dengan Wabup Kupang, Jerry Manafe di kawasan Bukit Cinta, Jumat (09/08/2019).

Ekleopas Nome menjelaskan, persoalan sampah khusus di jalur jalan ke arah Bukit Cinta hingga Penghijauan, menjadi pemandangan rutin setiap hari. Ketika sudah dibersihkan, pada pagi hari berikutnya akan terlihat kembali tumpukan sampah berbagai jenis.

"Kami berterima kasih kepada Pak Wabup yang hadir berdialog langsung dengan warga yang tinggal di sekitar kawasan Bukit Cinta. Sesuai arahan wabup bahwa kita keluarkan aturan kepala desa, maka kami sudah konsepkan. Saya pastikan sebelum September sudah ada dan apabila belum ada maka warga silahkan keluarkan mosi tidak percaya kepada kepala desa," kata Ekleopas.

Wabup Kupang, Jerry Manafe mengapresiasi positif terhadap langkah yang diambil kepala desa bersama warga Penfui Timur. Aturan itu segera dikeluarkan agar dijadikan rujukan bagi siapapun yang akan menangkap oknum pembuang sampah.

"Pokoknya siapa saja yang buang sampah tidak pada tempatnya di wilayah Penfui Timur akan kena denda Rp 500.000. Ini aturan yang disepakati bersama warga," kata Wabup Kupang.

Wabup Kupang juga menyambut gembira atas insiatif warga setempat yang rela mengumpulkan iuran untuk angkut sampah. Warga menyiapkan satu buah sepeda motor sampah yang akan mengangkut sampah dari rumah ke rumah dan membuang di tempat pembuangan sementara.

"Saya kira ini terobosan pertama di Kabupaten Kupang yang dilakukan Desa Penfui Timur. Nanti kita lihat perkembangannya, jika jalan bagus maka kita bisa adakan tambah bisa dengan menggunakan dana desa," ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Kupang ini.

Turut mendampingi Wabup Kupang, Sekcam Kupang Tengah, Kepala Bagian Hukum, Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Ketua BPD bersama perangkat desa Penfui Timur.
Dalam acara dialog inipun, warga menyampaikan keluhan soal jalan rusak, listrik dan air bersih, persoalan sistem sonasi untuk penerimaan siswa baru, masalah kependudukan, tempat pemakaman umum.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jalur jalan kawasan Bukit Cinta, Desa Penfui Timur. Dalam sidak bersama beberapa pejabat itu, ditemukan selain sampah rumah tangga juga sampah medis dan sisa-sisa makanan dari warung.

Wabup ketika tiba langsung dilaporkan bahwa sampah yang ada bukan saja sampah rumah tangga juga sampah medis juga sisa-sisa makanan (daging) diduga dari warung. Sampah yang ada dibiarkan berserakan di lokasi termasuk sampah plastik.

Wabup Jerry ketika itu geleng-geleng kepala dengan kondisi sampah yang ada. Wabup menilai bahwa sampah yang ada sebagian besar diduga dibuat oknum warga dari Kota Kupang. Dengan adanya sampah medis dan sisa makanan maka ini dikondisikan untuk mengotori wilayah Kabupaten Kupang. (*/Sully).

About Author

Berita Terbaru