YURISTGAMEINIGAMEID101

Siapa Yang Putarbalek, BPJS atau RSUD Naibonat

Oelamasi, Independen-news.com - "siapa yang putarbalek (bohong-red), kalau bukan BPJS putarbalek atau RSUD Naibonat yang putarbalek,"Ungkap Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Jumat (14/06/2019) saat memimpin rapat terkait penatalayanan rujukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Pantauan Independen-news.com, pernyataan Wabup Kupang Jerry Manafe itu terkait perbedaan pengakuan soal total jumlah dana yang di setor oleh BPJS Kesehatan tahun 2018 dan jumlah dana yang di terima dalam rekening RSUD Naibonat.

Pertemuan yang di gagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang yang di komandani oleh Robert Amaheka, menghadirkan pihak - pihak antara lain BPJS Kesehatan, RSUD Johanes Kupang, Rumah Sakit Syloam Kupang, RSUD Naibonat. Pertemuan untuk membahas soal penata layanan rujuan pasien.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe saat membuka rapat dimaksud, setelah sedikit memberi arahan, Wabup langsung memberi kesempatan kepada pihak yang hadir dan BPJS Kesehatan mendapat giliran pertama untuk berbicara.

Selvi Kadju, Perwakilan dari BPJS Kabupaten Kupang dalam penjelasannya membeberkan sejulah dana yang telah di bayarkan oleh BPJS ke RSUD Naibonat pada tahun 2018. 

Menurut Selvi Kadju, total dana yang di bayarkan tahun 2018 oleh BPJS sesuai klaim secara tital tercatat mencapai 19 miliar lebih, dana 19 miliard itu telah di setor ke rekening milik RSUD Naibonat.

Perincian dari dana 19 miliar  yaitu dana kapitasi 9 miliar lebih, dana pasien rawat jalan 4 miliar lebih dan dana pasien rawat inap 14 miliar lebih, semua sudah di bayarkan ke RSUD Naibonat.

"pada tahun anggaran 2018 kami dari pihak BPJS Kabupaten Kupang sudah membayarkan uang klem kepada pihak rumah sakit baik itu berupa BPJS dan  Dan JK3 dan Kapitasi sebesar 19 miliar lebih,"Terang Selvi Kadju.

Mendengar penjelasan Selvi Kadju, Wabup Kupang langsung memotong penjelasan dan justru bertanya ke RSUD Naibonat yang di wakili Kepala Tata Usaha Maher Ora, apakah dana 19 miliar sudah di terima RSUD Naibonat atau belum.

Menurut Maher Ora, penjelasan BPJS tidak sesuai dana yang di terima RSUD Naibonat tahun 2018. Dana yang di terima RSUD Naibonat hanya 6 miliar lebih sehingga tidak mencapai target pendapatan RSUD Naibonat sebesar 9 miliar per tahun yang di bebankan oleh Pemkab Kupang.

Mendengar penjelasan RSUD Naibonat, sontak membuat Wabup Kupang geram. "yang putar balek siapa,kalau bukan BPJS maka pasti dari  RSUD yang putar balek, yang dilaporkan oleh pihak Rumah Sakit kok, beda ya dengan  data yang disampaikan oleh Pihak BPJS, awas ya, jaksa sementara periksa PDAM,"Tegas Wabup Kupang.

Akibat perbedaan laporan keuangan, maka Wabup Kupang meminta kepada pihak BPJS dan RSUD Naibonat untuk mengantarkan semua data terkait laporan keuangan ke ruangannya pada Senin 17 Juni 2019. (Sully).

About Author

Berita Terbaru