YURISTGAMEINIGAMEID101

Renungan Hati Melihat Kalian Yang Lagi Bertikai.

Oleh : Emanuel Ceunfin

Saya sulit untuk menuliskan renungan saya malam ini, namun secara perlahan akan saya goreskan tulisan saya lewat sentuhan jari jemari menekan tombol-tombol huruf dalam smart phone milik saya demi tercapainya lukisan pilu yang saya lihat di depan mata saya tepatnya di Naibonat Kabupaten Kupang, Propinsi NTT.

Inilah renungan saya malam ini rabu 26/6/19. Saya heran dan sulit pahami kondisi saat ini yang selalu dipertontonkan oleh sekelompk pemuda yang menamakan dirinya "hebat dan kuat".

Bagaimana mungkin saudara senasib dan sepenanggungan,yang menderita di tanah pengungsian, namun saling membantai tanpa rasa ampun.Apakah rasa mencintai antar sesama sudah tiada??? Ataukah sekat organisasi lebih kuat tertanam dalam diri anak anak bangsa ini. Hingga akhirnya tegah melukai dan menghabiskan nyawa antar sesama saudara. 

Rasa kemanusian dan rasa soliditas yang dimunculkan tidak menampakkan cinta merah putih sebagaimana peristiwa 1999 ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini (NTT).

Masih teringat segar, dalam ingatan saya ketika saya berada dalam bangku pendidikan SLTPK Adisucipto Penfui.Kala itu sebuah surat kabar Pos Kupang menuliskan pernyataan Gubernur Alm.Piet Alexander Talo saat menerima pengungsi EX Timor- Timur sebagai pengungsi di sini (NTT).

"Orang miskin menolong orang susah"
sambutan Gubernur NTT saat menerima pengungsi Ex Timor Timur (Timor Leste) tahun 1999.

Analisa saya bahwa sang pemimpin daerah ini sudah tau jika pengungsi yang tinggal  dan berdiam di sini akan serba berkekurangan, bukan saja soal keuangan namun lahan garapan untuk pemenuhan kebutuhan sehari -hari belum tentu terpenuhi karena daerah ini masih tergolong miskin dan serba keterbatasan.

Belum lagi soal kebutuhan kesehatan, pendidikan dan  ekonomi (program 3 batu tungku jaman Gubernur NTT Piet .A.Talo ) dan lain sebagainya. Hal inilah yang mungkin bagi saya timbul kerisauan pemimpin kala itu.

Sebagai pecinta tanah air dan merah putih, yang rela meninggalkan tanah leluhur demi  merah putih. Saya, dia dan mereka sebagai warga lokal patut mengacungkan jempol dan mengangkat topi sebagai bentuk ungkapan hormat kepada sikap cinta tanah air dan patriotisme yang telah saudara/i pengungsi tunjukan.

Mengapa istilah Pengungsi Di Perhalus Dengan Kalimat Warga Baru?

 Istilah pengungsi diperhalus oleh pemerintah dengan sebutan warga baru  dimaksudkan agar tidak menimbulkan rasa minder dan malu dengan ungkapan pengungsi sebab bagaimanapun juga kita masih saudara yang memiliki sejarah nenek moyang satu, " Ti'i mau, Belu mau dan Sabu mau" budaya yang sama dan moral serta jiwa saling mengasihi antar sesama saudara masih tertanam kuat dalam sanubari masing masing. Kira -kira demikian analisa saya. Kenapa istilah pengungsi diperhalus menjadi "warga baru"

Namun kejadian demi kejadian yang sangat memiluhkan hati sering ditunjukkan dengan terus melukai sesama saudara bukan menjadi harapan kita bersama.

Karena ketika pertikaian ini tidak diselesaikan maka sekelilingmu menjadi korban kerisauan, katakutan dan bahkan adapula yang memikirkan untuk menolak anda sebagai saudaranya karena keamanan dan ketentramannya terusik dan pastinya menimbulkan gejolak penyangkalan dari saudara -saudaramu yang menjadi penduduk lokal di negeri ini.

Alasannya sederhana. jika saja kerusuhan dan pertikaian terus terjadi, maka segala pekerjaan akan terhambat yang berakibat pada lemahnya perputaran ekonomi dan laju pembangunan di negeri ini terhambat.

Saudaraku, mengapa demikian tragis kau siksa saudaramu yang mestinya kamu angkat ketika dia terjatuh dalam kepapaan, duka nestapa serta derai air mata ketika dalam kesusahan???

Apakah kamu sudah tidak lagi mencintai bapak ibu saudara/i dan leluhurmu yang telah mengorbankan jiwa raganya, harta bendanya, tangisannya ketika memilih hidup sengsara demi merah putih???? Ataukah memang telah sirna harapan hidup di negeri yang aman dan sentosa seperti saat ini.

 Marilah kita lupakan masa yang lalu, hilangkan dendam dan dengki antar sesama anak bangsa dan rajutlah kebersamaan sebagai saudara senasib dan sepenanggungan demi terwujudnya cita -cita cinta tanah air.

Semoga kita sekalian dilindungi dan diberkati oleh yang Maha Kuasa untuk menjauhkan kita sekalian dari marah bahaya dan kehancuran demi mewujudkan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan khususnya Kabupaten Kupang yang aman sentosa menuju masa depan yang lebih cerah.Semoga Allah beserta kita. (*)


                           

About Author

Berita Terbaru