YURISTGAMEINIGAMEID101

Terungkap 10 Fakta Pembangunan Pasar Lili yang Mangkrak

Oelamasi, Independen-news.com - Sidak yang di lakukan Wakil Bupati Kupang Jery Manafe di Pasar Lili yang mangkrak, ternyata terungkap beberapa fakta menarik yang selama ini tertutup rapat. 

Saat Sidak, Rabu (08/05/2019) Wakil Bupati Kupang Jery Manafe di dampingi Kajari Oelamasi Ali Sunhaji, SH, MH, Ketua PN Oelamasi Decky A.S Nitbani, SH, MH, Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIK dan Dandim 1604/Kupang Letkol Kav F.X Aprilian SW. S.Sos.

Pembangunan Pasar Lili di Kelurahan Camplong I Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang - NTT hingga saat ini belum selesai di kerjakan. Proyek yang menelan dana senilai 5.553.106.511,39 miliard bersumber dari DAK Tugas Pembantuan (TP) tahun 2018, dan di kerjakan oleh PT. Citra Timor Mandiri (CTM) sesuai kontrak kerja Nomor 510/141/2018/TP.

Ety Nubatonis, PPK Pasar Lili mengatakan, proyek pasar lili yang dikerjakan PT. CTM sebenarnya telah berakhir masa kontrak sejak tanggal 27 Desember 2018, kemudian di beri tenggang waktu 90 hari kerja sejak tanggal 27 Desember 2018 hingga 25 Maret 2019 untuk menyelesaikan pekerjaan, namun hingga bulan Mei 2019 belum juga selesai.

Berikut ini beberapa catatan fakta yang terungkap ke permukaan di lokasi pembangunan pasar lili, antara lain :

Pertama : Kontraktor Pelaksana PT. CTM tidak memiliki spesifikasi mengerjakan bangunan, yang dimiliki adalah spesifikasi mengerjakan jalan. PPK Ety Nubatonis mengakui baru mengetahui hal ini setelah selesai tanda tangan kontrak. Kedua : Wakil Bupati Kupang mengatakan, kasat mata progres pembangunan pasar lili per tanggal 08 Mei 2019 baru mencapai 75 persen. 

Ketiga : Tanggal 22 Desember 2018, PPK Ety Nubatonis telah melakukan pencairan uang ke rekening milik PT. CTM senilai 4 miliard lebih. Ia mengaku bahwa saat itu progres pekerjaan telah mencapai 75 persen. Padahal, nyatanya saat itu progres pekerjaan baru mencapai 25 persen namun oleh PPK telah di bayar sesuai laporan 75 persen. Artinya, PPK tidak mengetahui dengan persis progres sebenarnya pembangunan pasar lili, sementara kontraktor pelaksana pun terindikasi melakukan manipulasi laporan.

Keempat : PPK Ety Nubatonis tidak pernah membuat adendum perpanjangan waktu pekerjaan. PT. CTM tetap melakukan pekerjaan hanya berdasarkan surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan pekerjaan serta tanpa jaminan apapun.

Kelima : PPK tidak berani melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada PT. CTM walau masa kerja dan perpanjangan waktu telah usai. 

Keenam : tidak ada jaminan kuat yang di pegang oleh PPK sehingga PT. CTM terkesan ogah - ogahan menyelesaikan pekerjaan fisik. PPK mengaku bahwa dana yang masih tersisa hanyalah jaminan awal pekerjaan senilai 900 juta rupiah.

Ketujuh : tidak dapat dipastikan apakah PT. CTM selaku kontraktor pelaksana telah menyetorkan biaya denda maksimal keterlambatan pekerjaan yang dihitung 1/1000 × 90 hari × sisa kontrak ke kas daerah.

Kedelapan : PPK terkesan menyembunyikan kontrak kerja. Wakil Bupati Kupang Jery Manafe sempat meminta PPK Ety Nubatonis untuk mengambil kontrak kerja ke kantor Dinas Perindustrian dan perdagangan, namun yang di bawa bukan kontrak kerja melainkan RAB. Hal ini sempat membuat Wakil Bupati Kupang naik pitam dan membuang RAB ke tanah.

Kesembilan : rombongan menilai PT. CTM tidak memiliki itikad baik dan tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan. Mestinya, PT. CTM mengerahkan banyak tukang untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini bisa saja terjadi karena PPK memberikan kelonggaran di luar aturan yang berlaku.

Kesepuluh : kuat dugaan bahwa PPK telah melakukan manipulasi laporan perkembangan pekerjaan kemudian mencairkan uang ke rekening PT. CTM senilai 4 miliard lebih pada tanggal 22 Desember 2018 lalu. (Sully).


About Author

Berita Terbaru