YURISTGAMEINIGAMEID101

Penyerapan DAK dan DAU Hingga Akhir Mei Hanya Dua Persen

Oelamasi, Independen-news.com - Tercatat hingga akhir bulan Mei 2019, tingkat penyerapan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) semua OPD sangat rendah yaitu hanya berkisar dua persen saja.

Rendahnya penyerapan DAK dan DAU di semua OPD pengelola kedua sumber dana itu, lantaran hingga akhir Mei ternyata proses tender pekerjaan fisik belum juga di mulai.

Demikian tergambar dalam diskusi yang di gelar Pemerintah Kabupaten Kupang, Selasa (28/05/2019) di Ruang Rapat Bupati Kupang, diskusi di pimpin Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.

Turut hadir dalam diskusi itu antara lain dua mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT yaitu Piet Djami Rebo dan Andre Koreh, Ketua Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Paul Tanggela, Ketua Inkindo Joseph Liem, LPSE, ULP dan semua pimpinan OPD pengguna DAK dan DAU.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe mengatakan, apa yang dilakukan Pemerintah semata - mata untuk proses percepatan pembangunan agar daerah menjadi lebih baik. 

Untuk tahun 2020, ia menegaskan bahwa kontrak semua pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK dan DAU mesti di lakukan paling lambat bukan Maret, lebih dari bulan maret maka semua kontrak akan di batalkan. 

Kontrak di awal tahun katanya, akan memberikan manfaat bagi daerah, manfaatnya dari segi waktu pelaksanaan dan kualitas pekerjaan akan baik. "bulan maret 2020 sudah harus tanda tangan kontrak, lewat bulan itu maka kita batalkan saja,"Ujar Wabup Kupang.

Mantan Kadis PU NTT, Andre Koreh mengungkap bahwa telah terjadi in efisiensi waktu, sebab presentasi penyerapan anggaran hingga akhir bukan Mei 2019 baru mencapai 2 persen saja.

Oleh karena itu, dirinya memberikan lima catatan yang dapat dijadikan pedoman bagi pimpinan OPD pengguna DAK dan DAU, yaitu : Pertama : Aspek Kualitas, pembangunan di daerah mesti memberikan asas manfaat yang besar bagi masyarakat.

Kedua, Aspek Kualitas yaitu pembangunan fisik mesti memiliki kualitas dan di nikmati masyarakat dalam jangka waktu yang lama. "jangan kita bangun jalan lima bulan kerja tapi kualitasnya jelek dan dalam waktu singkat sudah rusak,"Katanya.

Ketiga, Aspek Kuantitas, pembayaran harus sesuai dengan kuantitas pekerjaan. Keempat, Aspek Efisiensi waktu, dan tenaga. Pada akhir bulan Mei 2019 baru mencapai 2 persen maka artinya telag terjadi inefisiensi waktu. Dan, Kelima, Aspek Administrasi, semua administrasi mesti dilengkapi sebab bisa saja aspek ini menjadi sumber kecelakaan bagi pengguna DAK dan DAU. (Sully).

About Author

Berita Terbaru