YURISTGAMEINIGAMEID101

Menakar Sidak Wakil Bupati Kupang

Oleh : Sipri Klau


Setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2019/2024, Korinus Masneno dan Jerry Manafe langsung bekerja.

Dalam masa 100 hari kerja pertama, Korinus dan Jerry mulai melakukan gebrakan mengejutkan.

Korinus selaku Bupati Kupang menjalankan tugasnya menangani kebijakan-kebijakan strategis pemerintah daerah.

Sementara Jerry langsung ‘tancap gas’ dengan tugas pengawasan sebagai wakil bupati.

Salah satu gebrakan yang paling menggelegar dalam 100 hari kerja pertama adalah inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan sang wakil bupati.

Sidak ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ala Jerry ini terbilang dasyat. Dasyat karena Jerry tak melakukan Sidak sendirian.

Dalam setiap Sidak, Jerry menggandeng Kajari Oelamasi, Kapolres Kupang, Ketua Pengadilan Negeri Oelamasi dan Dandim 1604 Kupang.

Sidak ala Jerry ini jelas membuat para pimpinan OPD ketar-ketir.

Dalam Sidak, Jerry dan unsur Forkompimda ini tak hanya melihat secara langsung kinerja OPD dalam pelayanan kepada masyarakat tapi juga mengecek pengelolaan keuangan dan melihat secara langsung sejumlah fasilitas dan proyek bermasalah di setiap OPD.

Saat melakukan Sidak di Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kupang, Jerry menemukan sejumlah masalah, mulai dari sendal jepit milik staf yang kotor, kasur bersalin yang sobek, AC beberapa ruang rawat yang tidak berfungsi, plafon yang ambruk hingga kabel listrik bergelantungan.

Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jerry menemukan pelayanan pengurusan KTP yang buruk.

Di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Jerry menemukan proyek pembangunan pasar Lili yang diduga tidak sesuai perencanaan.

Hasil Sidak di Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini langsung direspon Kajari Kupang dengan memanggil dan memeriksa Titus Anin selaku mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Tak hanya itu, Jerry juga mengobrak-abrik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang.

Dalam Sidak di PDAM ini, Jerry menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan perusahaan pelat merah itu.

Mulai dari indikasi pembengkakan data pelanggan, penemuan enam rekening milik PDAM dari berbagai bank hingga tunggakan pelanggan air minum yang mencapai Rp 29 miliar.

Sidak ala Jerry ini menuai pro dan kontra. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Kupang mendukung gebrakan Jerry ini. Namun masih ada saja masyarakat yang pesimis.

Maxi Buifena, Netizen dalam grup Whats App ‘Berita Kabupaten Kupang’ meragukan komitmen Jerry dalam mengawal semua temuan dalam Sidak. Termasuk mengawal proses hukum atas temuan proyek bermasalah selama Sidak.

“Pa Wakil Bupati terimakasih atas upaya yang di lakukan tetapi jangan sampai di Nilai hanya gertakan belaka apalagi kalo su di Polisi dan Kejaksaan harus banyak bukti banyak saksi terakhir aman aman saja untuk itu semua temuan baik di Pasar Lili PDAM Rumah Saki Puskesmas Sekolah harus ada bukti tindak lanjut maaf kalo terlalu mendalam pendapat dan saran saya,” ujar Maxi Buifena dalam komentrnya.

Keraguan netizen ini bukan tanpa alasan. Hampir 10 tahun pengelolaan keuangan dan aset Pemerintah Kabupaten Kupang mendapat predikat disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) juga tumbuh subur di Kabupaten Kupang.

Tak bisa kita pungkiri. Bahwa selain mental Aparatur Sipil Negara yang belum terevolusi, tumbuh suburnya KKN dan buruknya kinerja beberapa OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang merupakan akibat dari minimnya pengawasan melekat dari kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Peran aparat hukum dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Kupang juga masih jauh dari harapan masyarakat.

Ibarat benang kusut yang sulit diurai, persoalan buruknya kinerja OPD dan tumbuh suburnya berbagai kasus korupsi di Kabupaten Kupang tak bisa diberantas dengan cara yang biasa-biasa saja.

Agar kinerja OPD membaik, tentu butuh pembenahan sistem pemerintahan. Penempatan pejabat yang ‘the right man on the right place’, berintegritas dan jujur adalah sebuah keharusan.

Selain itu, Korinus dan Jerry harus berani berkomitmen untuk mengatakan ‘TIDAK’ melakukan balas jasa politik dalam pemilihan dan penempatan pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Kupang.

Korinus dan Jerry juga harus berkomitmen untuk tidak menempatkan pejabat atas dasar kedekatan emosional, suku, ras dan agama.

Kinerja OPD yang buruk harus dibenahi dengan memberi solusi. Temuan proyek bermasalah yang terindikasi korupsi harus direkomendasi ke aparat hukum dan dikawal sampai tuntas.

Publik berharap, Korinus dan Jerry tak hanya ‘gertak sambal’ atau ‘panas-panas tai ayam’. Tapi harus berani mengawal dan menuntaskan berbagai persoalan yang ditemui selama Sidak.

Publik juga tentu berharap agar Korinus dan Jerry tidak saja berani mengobrak-abrik OPD dan PDAM saja tapi juga harus berani melakukan Sidak terhadap pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Kelautan milik Pemerintah Kabupaten Kupang.

Sebab saat ini, publik terus mempertanyakan kondisi kapal Timau milik PD Kelautan yang saat ini ‘kandas’ di pelabuhan Hansisi, Kecamatan Semau.

Kondisi kapal Timau itu sedikit kontras dengan fakta bahwa PD Kelautan pernah mendapat penyertaan modal senilai Rp 2 miliar lebih untuk perbaikan kapal itu.

Namun entah mengapa, dana Rp 2 miliar itu ludes tapi kapal Timau tetap tidak beroperasi.

Jika Korinus dan Jerry berani dan berkomitmen untuk mengurai dan mengawal berbagai persoalan akut di Kabupaten Kupang maka Kabupaten Kupang akan kembali menemukan jalannya menuju ‘Taman Eden’ yang pernah dijanjikan Ayub Titu Eki, mantan Bupati Kupang.

About Author

Berita Terbaru