YURISTGAMEINIGAMEID101

Jemaat GMIT Sonkiko dan Bengdafi Kupang Pentas Drama Kolosal

Oelamasi, Independen-news.com - Seluruh unsur Jemaat GMIT Getsemani Sonkiko bekerja sama dengan Bengkel Drama dan Film Indonesia (Bengdafi) Cabang Kabupaten Kupang pentaskan Drama Kolosal dengan Judul Nyanyian Duka Viadolorosa Kisah Sengsara Yesus Kristus.

Drama Kolosal yang melibatkan sekitar 500 orang pemeran ini dibawah arahan Abraham Saebesi, S.Pi sebagai sutradara, juga di bantu oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Getsemani Sonkiko Klasis Kupang Timur dan seluruh unsur jemaat.

Yohanis Seun, Ketua Panitia pelaksana sekaligus Panitia Hari Raya Gerejawi Jemaat GMIT Sonkiko dalam laporanya, Minggu (21/04/2019) di halaman SDN Sonkiko mengatakan kegiatan pementasan drama ini bertujuanpersatuan jemaat sekaligus sebagai media penyegaran iman bagi seluruh jemaat GMIT umumnya dan Jemaat GMIT Getsemani Sonkiko khususnya.

Tujuan lain katanya, untuk pengembangan minat dan bakat pemuda GMIT Getsemani Sonkiko dalam bidang seni khususnya seni peran dan teater.

Kegiatan yang dilkasanakan belerja sama dengan seluruh unsur jemaat GMIT Getsemani Sonkiko  Klasis Kupang Timur dan Bengkel Drama dan Film Indonesia Cabang Kabupaten Kupang.

Yohanes Siki, Kepala Desa Oeniko, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang - NTT dalam sambutanya mengatakan kegiatan yang di gelar merupakan ajang untuk pembaruan iman jemaat. Dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan iman jemaat dan dapat pula membawa perubahan hidup jemaat pada masa yang akan datang.

Ketua Klasis Kupang Timur, Pdt. Miftrik Tanau, M.Th mengatakan perayaan paskah di Jemaat GMIT Getsemani Sonkiko tahun ini tidak seperti biasanya.

Dengan pementasan ini kata dia, jemaat di ingatkan akan sengsara dan kematian Yesus Kristus sesuai tema paskah GMIT yaitu Paskah membawa perubahan bagi manusia.

Catatan yang diungkapnya khusu bagi pemuda yang telah mengagas pementasan drama bekerja sama dengan Bengdafi dan Jemaat Sonkiko. 

Ia mengatakan, Bahwa pemuda sebagai tulang punggung mesti mampu berbuat sesuatu, tidak banyak bicara dan apalagi merasa sombong tapi belajar dari teladan Yesus yang mau bekerja bagi semua umat.

Pemuda Kristen harus berani tampil  berbuat menjadi manusia baru. Dari pementasan drama dapat menjadi perubahan dalam diri terutama bagi pemuda. (Sully).
Ketua Klasis Kupang Timur, Pdt. Miftrik Tanau, M,Th (baju putih) memyerahkan obor kepada Abraham Saebesi, S.Pi Sutradara Pementasan drama kolosal Viadolorosa.

About Author

Berita Terbaru