YURISTGAMEINIGAMEID101

Ratusan hektar Sawah di Kabupaten Kupang Terancam Puso

Oelamasi, Independen-news.com - Sekitar 500  hektar lahan sawah Kuledoki Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang - NTT terancam puso atau gagal panen akibat kekeringan.

Petani di areal sawah Kuledoki seluas 500 hektar di Desa Manusak hanya mengandalkan hujan untuk mengairi sawahnya. Namun, saat ini dengan kondisi curah hujan yang tidak memadai, dipastikan akan mengalami puso.

Kepada awak media, Rabu (06/03/2019) di Naibonat, Ferdy Wadu salah seorang petani yang memiliki lahan sawah seluas 3 hektar di areal persawahan kuledoki mengatakan, kini petani hanya pasrah dan berharap akan segera turun hujan.

Ia mengatakan, total lahan seluas 500 hektar di Kuledoki itu, 400 hektar di antaranya tidak bisa di tanam sebab saat petani sudah selesai mengolah tanah, iar sudah tidak tersedia. 100 hektar lainnya sudah selesai di tanam, namun kondisinya saat ini sudah kering, tanaman padi hanya tinggal menunggu mati.

Kondisi kekeringan di areal sawah kuledoki kata anggota P3A Desa Manusak ini, sudah sangat parah dan dalam tempo dua minggu lagi jika tidak ada hujan maka tanaman padi yang rata - rata berumur 2 minggu hingga 1 bulan akan kering.

"Petani belum lapor pemerintah, kami harap petugas PPL tapi PPL pun tidak ada di lokasi sawah kulodeki. Masalah seperti kekeringan dan hama yang kami alami tidak ada PPL, PPL hanya urus pupuk,"Beber Wadu.

Jacob V. Jhon CH Ballo, SE, salah satu petani yang memiliki lahan seluas 5 hektar juga mengeluhkan hal yang sama.

Menurutnya, usia tanaman padi saat ini sekitar 1 bulan, kondisi tanah sudah kering dan pecah akibat kekeringan dan tanaman padi pasti kering. "kami hanya harap ada hujan, jika curah hukan baik maka pasti akan nencukupi seluruh lahan, kondisi kering sudah berlangsung 2 minggu terakhir,"Ujar Ballo yang turut di aminkan oleh petani lain yaitu Ama Pau dan Jefry Loni.

Ia juga mengatakan, sebelum ada pembangunan waduk raknamo petani sawah di Kuledoki mengandalkan air dari sungai kecil. Setelah ada pembangunan waduk raknamo, sungai kecil itu di bendung sebagai sumber air mengisi waduk.

Baginya, satu - satunya solusi untuk mengatasi kekeringan di areal sawah Kuledoki adalah Gubernur NTT segera memerintahkan kepada Balai Sungai untuk segera mengalirkan air dari waduk raknamo ke sawah Kuledoki.

"sekrang tanah sawah sudah putih dan pecah, kondisi kering sudah 1 bulan. Kami berharap air dari bendungan raknamo sudah bisa di salurkan ke sawah untuk tolong petani, lewat bendungan lama apalagi ini masalah emergency sehingga kebijakan Bapak Gubernur NTT sangat perlu,"Pintanya.

Sementara itu, Jajaran Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang yang hendak di konfirmasi oleh awak media, baik pejabat Kepala Dinas, Sekretaris Dinas serta Bidang terkait  tidak berada di kantor.

Seorang staf Dinas Ketahanan Pangan saat di tanyakan soal keberadaan atasanya malahan menjawab bahwa awak media harus membuat janji terlebih dahulu. 

"Pak kadis keluar, pak sekretaris juga, sudah buat janji ya dengan mereka, kalau ada nomor telepon bisa telepon langsung saja,"Kata Staf Dinas Ketahanan Pangan. (Sully).
Kondisi Sawah yang sudah kering, petani terancam puso.

About Author

Berita Terbaru