YURISTGAMEINIGAMEID101

Gunakan Heli Bell 412, Danrem 161/WS Tinjau Satgas Pamtas RI-RDTL

TTU, Independen-news.com - Gunakan Helikopter jenis Bell 412 TNI-AD, Danrem 161/WS Kupang tinjau Markas Komando Satuan Tugas (Makosatgas) Pasukan Pengamanan Perbatasan RI - RDTL Sektor Barat Batalyon Infanteri (Yonif) 741/ GN di Desa Eban Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten TTU - NTT, Selasa (26/02/2019).

Danrem 161/WS Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos didampingi Kasi Ops Korem 161/WS Kolonel Inf Horasman Pakpahan, Kasi Ter Korem 161/WS Kolonel Inf Jems Ratu Edo, dan Kasi Intel Korem 161/WS Letkol Inf Fransiscus Ari Susetio, SE, 

Danrem beserta rombongan tiba di Makosatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN disambut oleh Bupati TTU Raymundus Fernandes, S.Pt, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi S. Sos., Kapolres TTU AKBP Rhishian Krisna, SH, SIK, MH serta Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra, S.Sos., MM.M.Ipol. 

Danrem 161/WS, Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos mengatakan bahwa tujuan meninjau Makosatgas Pamtas RI - RDTL untuk melihat kondisi Makosatgas sert mengecek barang bukti hasil penggalangan dari masyarakat dan penggagalan penyelundupan yang selanjutnya akan diproses lebih lanjut sesuai prosedur.

Ia mengatakan, ini merupakan usaha TNI membantu Pemerintah Daerah dalam menertibkan semua hal yang berbentuk ilegal, juga merupakan hasil kerjasama dari semua aparat yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pos TNI, hingga Pos Polri, sehingga berhasil menggagalkan kegiatan yang bersifat ilegal tersebut yang akan merugikan Pemerintah bahkan masyarakat setempat.

Dari hasil pembinaan teritorial ujarnya, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN berhasil menggalang barang-barang terlarang yang di miliki masyarakat, diantaranya 55 pucuk Senjata, 473 butir Munisi, 1 buah Magazen, dan 1 buah Granade.

Sedangkan untuk barang bukti selundupan dari dan ke RDTL, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN hingga saat ini berhasil mengamankan 2.150 liter BBM, 4 unit Kendaraan Roda 4, dan Sembako berupa 150 Kg Beras 2 dus Mie Instan serta 5 karung pakaian bekas layak pakai.

"Kita perluh melanjutkan kegiatan ini dan juga sangatlah penting untuk kita sebarkan kepada masyarakat bahwa kegiatan ini ilegal dan tidak boleh dilakukan disini, sehingga nanti masyarakat akan lebih mengetahui dan dengan sendirinya bisa membangun ekonominya," Tegas Danrem. (Penrem 161/WS)

About Author

Berita Terbaru