YURISTGAMEINIGAMEID101

4 Tahun Mengelola PLTMH, Saldo Kas Hanya Rp. 33.000


Oelamasi, Independen-news.com - Selama empat tahun terhitung sejak bulan Desember 2011 hingga bulan Oktober 2015 mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bantuan Kementerian Koperasi RI di Desa Benu oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Amanekat, ternyata saldo yang tersisa sekitar Rp. 33.000 saja.

Walaupun total penerimaan dari iuran 87 orang pelanggan PLTMH dalam periode itu sekitar Rp. 76.950.000, jumlah pendapatan itu setelah dikurangi pengeluaran sebesar Rp. 76.917.000 tinggal menyisakan Rp. 33.000 saja.

Demikian fakta yang terungkap saat KSU Amanekat menyampaikan laporan pengelolaan keuangan periode bulan Desember 2011 hingga bulan Oktober 2015 dihadapan 87 orang pelanggan PLTMH, Jumat (01/02/2019) di Aula Kantor Desa Benu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang - NTT.

Hadir pada pertemuan dengan agenda laporan keuangan oleh KSU Amanekat dan pengelolaan berikutnya yaitu Camat Takari, Sekcam Takari, Kepala Desa Benu, pengurus KSU Amanekat dan 87 orang pelanggan PLTMH.

Camat Takari, Yulius Taklal saat memberi arahan mengatakan pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua kalinya setelah pertemuan pertama dilaksanakan tanggal 18 Desember 2018 di tempat yang sama. Pada pertemuan pertama disepakati bersama agar KSU Amanekat sebagai pengelola dapat melaporkan pengelolaan keuangan selama periode tersebut secara detail agar diketahui oleh seluruh pelanggan.

Ia mengatakan, sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten kupang, dirinya tidak dapat mengambil keputusan siapa yang salah atau siapa yang benar, sebab kehadiran dirinya bersama staf hanya memfasilitasi pertemuan untuk menyampaikan laporan keuangan yang sejak dioperasikannya PLTMH tahun 2011 tidak pernah lakukan satu kali pun.

"kami hanya fasilitasi pertemuan ini agar persoalan menjadi jelas, tidak cari siapa yang salah dan jika pelanggan merasa tidak puas silahkan mengambil langkah lain,"Ungkapnya.

Pengelola PLTMH, Heru Kolnel Ketua KSU Amanekat bersama Sekretarisnya saat menyampaikan laporan keuangan secara rinci menyampaikan pendapatan dari iuran 87 orang anggota bulan demi bulan selama masa menjadi pengelola sebesar Rp. 76.950.000, sementara pengeluaran sebesar Rp. 76.917.000 sehingga saldo kas hanya Rp. 33.000.

Di uraikanya, pengeluaran terbesar yaitu untuk membayar tenaga operator, membeli peralatan untuk perbaikan turbin, biaya pembuatan proposal, biaya konsultasi KSU ke dinas koperasi provinsi serta biaya SPPD Ketua KSU ke jakarta, sehingga saldo akhir hanya sebesar Rp. 33.000.

Untuk diketahui bahwa penyerahan PLTMH untuk di kelola KSU Amanekat dilaksanakan bulan Desember 2011, namun anehnya pasca penyerahan ternyata sudah ada pengeluaran untuk membeli peralatan memperbaiki turbin. Fakta lain yang terungkap dari laporan keuangan KSU Amanekat bahwa tercatat setiap bulan sejak awal bulan operasi hingga bulan oktober 2015 selalu ada pengeluaran untuk pembelian alat memperbaiki turbin.

Fakta lainnya, sejak bulan Nopember 2015 hingga bulan Desember 2018 pengelolaan PLTMH diambil alih oleh Dance Tunmuni selaku operator PLTMH.

Dance Tumnuni yang juga diberikan kesempatan menyampaikan laporan keuangan membacakan pendapatan dan pengeluaran selama periode bulan Nopember 2015 hingga bulan Desember 2018, berbeda dengan pengelola awal KSU Amanekat, Saldo akhir sebesar Rp. 5.603.000.

Mendengar laporan KSU Amanekat dan Dance Tunmuni, 87 orang pelanggan merasa tidak puas terutama kepada KSU Amanekat dengan pengeluaran fantastis diluar akal sehat, 87 orang pelanggan kemudian mengusulkan agar pengelolaan PLTMH di serahkan kepada BUMDes Benu. (Sully).
Yulius Taklal Camat Takari bersama Sekcam dan Kepala Desa Benu.

About Author

Berita Terbaru