YURISTGAMEINIGAMEID101

Indikasi Pemkab Kupang Rusak Lahan Milik Warga

Oelamasi, Independen-news.com - Indikasi Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah merusak lahan pertanian milik warga Desa Oesao. 
Kerusakan lahan milik warga Desa Oesao itu terjadi saat Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air membangun embung tekad makmur yang berlokasi di areal persawahan tekad makmur desa oesao.

Wellem Adu, warga Desa Oesao Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang - NTT sebagai pemilik lahan, dibuktikan dengan sertifikat hak milik, Selasa (22/01/2019) di Kelurahan Oesao mengatakan pembangunan embung tekad makmur telah merusak lahan miliknya seluas 4 × 10 meter persegi.

Dikatakan wellem Adu, lahan miliknya di keruk menggunakan alat berat sedalam 4 meter dan kemudian tanah dari lahan miliknya dimanfaatkan oleh kontraktor pelaksana untuk menimbun jalur pembuangan air. Bukan hanya tanah yang dirusak, sejumlah tanaman umur panjang di atas tanah pun rusak. "tanah itu milik saya, ada sertifikat hak milik dengan luas seluruhnya 10015 meter. tanah itu sebagai tempat saya dan keluarga mencari nafkah,"Ungkapnya.

Menurutnya, baik kontraktor pelaksana maupun Dinas PUPR tidak pernah meminta ijin kepada pemilik tanah, bahkan dirinya baru mengetahui kalau tanah miliknya dirusak dari masyarakat lain dan saat itu ia pun menuju lokasi untuk memastikan informasi yang diperolehnya. Ternyata benar saja, tanah miliknya telah keruk menggunakan alat berat hingga menyisakan lubang bekas keruk sedalam 4 meter.

Saat musim hujan seperti sekarang lanjut dirinya, lubang bekas kerukan mulai perlahan tergerus banjir dan dipastikan dalam kurun waktu tertentu lubang itu akan makin lebar dan luas lahan akan berkurang. Oleh karena itu, dirinya meminta Pemkab Kupang melalui Dinas PUPR untuk bertanggung jawab memberi kompensasi atas kerusakan lahan miliknya. "saya sudah pernah lapor di kantor desa oesao, saat itu orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan mengaku akan ganti rugi tapi hingga saat ini tidak jelas,"Ujar Wellem Adu.

Atas kerugian yang di alami itu katanya, jika Pemkab Kupang melalui Dinas PUPR tidak ada kejelasan maka persoalan ini akan di bawa ke ranah hukum. "saya masih terbuka untuk kita urus secara kekeluargaan, tapi kalau tidak ada respon maka biar kita lanjut saja ke polisi,"Tegasnya.

Mantan Kepala Desa Oesao, Trianus Saduk yang dikonfirmasi Kamis (24/012/2019) di kediamanya mengatakan saat masih menjabat sebagai kepala desa, dirinya tidak pernah mendapat laporan tentang kegiatan pembangunan embung tekad makmur oesao.

Dirinya baru mengetahui saat ada laporan dari pemilik tanah tentang kerusakan tanah akibat pembangunan embung itu. Sebagai kepala desa, ia sudah fasilitasi kedua belah pihak untuk proses penyelesaian secara kekeluargaan, saat itu yang hadir yaitu pemilik tanah dan beberapa orang dari desa oesao yang terlibat aktif dalam pembangunan embung. "saya tidak tau ada buat embung di desa saya, saya tidak pernah diberi informasi sebelumnya dan saya baru tau saat ada masalah,"Beber Saduk.

Sementara itu, Maklon Joni Nomseo, Kepala Dinas PUPR yang juga sebagai Plt. Sekda Kabupaten Kupang saat akan dikonfirmasi Kamis (25/01/2019) sedang berada di luar daerah. (Sully).


About Author

Berita Terbaru