YURISTGAMEINIGAMEID101

Masyarakat Desa Oesao Minta Pelantikan Kades ditunda

Oelamasi, Independen-news.com - Masyarakat Desa Oesao Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang - NTT meminta agar pelantikan Kepala Desa Oesao hasil Pilkades serentak tanggal 22 Nopember 2018 ditunda sampai ada penyelesaian tuntutan masyarakat.

Permintaan agar pelantikan Kepala Desa Oesao disampaikan sebab surat masyarakat sejak tanggal 24 Nopember 2018 belum juga ditanggapi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

A. Y Manafe, Calon Kepala Desa Oesao, Senin (10/12/2018) di Oesao mengatakan akibat lambatnya respon Dinas PMD terhadap surat yang dilayangkan masyarakat maka hari (Senin, 10/12/2018-red), masyarakat kemudian memilih untuk bertemu langsung Bupati Kupang dan Dinas PMD namun kedua pejabat yang dituju tidak berada di tempat dan akhirnya masyarakat di terima oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kupang untuk berdialog.

Menurutnya, pelantikan kepala desa oesao yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 12 Desember 2018 sebaiknya dibatalkan menunggu penyelesaian tuntutan masyarakat. Sebab, jika tetap terjadi pelantikan maka akan menimbulkan gesekan dalam masyarakat dan merusak hubungan kekerabatan antar masyarakat.

Ia mengatakan, hasil dialog antara masyarakat dengan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kupang akhirnya berujung pada rencana memanggil semua pihak baik penyelenggara pilkades tingkat desa hingga tingkat kabupaten tanggal 11 Desember 2018 untuk kemudian secara bersama mencari solusi sesuai amanat regulasi yang berlaku. "terima kasih banyak kepada pimpinan dan anggota DPRD yang sudah menerima dan mendengar keluhan masyarakat,"Ungkap Manafe.

Dirinya berharap saat digelarnya pertemuan, lembaga DPRD juga mesti menghadirkan bagian hukum setda kabupaten kupang agar memberi penjelasan secara hukum terhadap permintaan masyarakat yang tertuang dalam surat. Penjelasan secara hukum sangat dibutuhkan masyarakat agar mengerti secara baik.

Meksi Manafe, warga lainnya berujar bahwa rencana DPRD mempertemukan semua pihak yang terlibat dalam pilkades untuk hadirnya kebenaran dan keadilan bagi masyarakat sesuai aturan regulasi. Sebagai masyarakat desa oesao dirinya berharap agar keadilan tetap di tegakan di wilayah ini, apalagi bagi generasi muda dapat di gunakan sebagai pembelajaran tentang politik praktis di desa.

Bagi dirinya, bukan soal hasil pilkades, bukan juga persoalan siapapun yang menang, namun proses tetap berjalan dengan baik dan tidak melukai pihak manapun di desa.

Sementara itu, Naker Seubelan mengatakan persoalan sebenarnya adalah masyarakat tidak puas dengan kinerja panitia pilkades oesao. Oleh karena itu, saat pertemuan bersama panitia pilkades tingkat desa, tingkat kabupaten, DPRD Kabupaten Kupang dan pemerintah, semua kebenaran akan terbuka dan masyarakat oesao akan tunjukan kebenaran itu.

"kami merasa senang bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD, kami juga senang akan dipertemukan dengan dinas PMD. terima kasih buat lembaga DPRD yang sudah fasilitasi pertemuan dengan masyarakat,"Ujar Naker Seubelan.

Yosef Lede, Ketua DPRD Kabupaten Kupang yang dihubungi terpisah via sambungan telepon mengatakan lembaga DPRD tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan hasil pilkades. Kewenangan pembatalan menjadi domain dari Dinas PMD sebagai panitia pilkades tingkat Kabupaten.
Ia juga mengatakan, lembaga DPRD sebagai fasilitator untuk menghadirkan semua pihak yang ada kaitannya dengan proses pilkades pada pertemuan bersama tanggal 11 Desember 2018 di gedung DPRD. (Sully).
Masyarakat Desa Oesao

About Author

Berita Terbaru