YURISTGAMEINIGAMEID101

Warga Desa Oeteta Ingin Persoalan Tapal Batas dengan Desa Pariti Selesai

Oelamasi, Independen-news.com - Ratusan orang masyarakat Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang - NTT inginkan persoalan tapal batas antara Desa Oeteta dengan Desa Pariti dapat selesai dengan damai, sebab persoalan tapal batas kedua desa sudah berlangsung sekian lama sejak tahun 1992 belum ada proses penyelesaian oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.

Kali Noelbiboko yang merupakan area bahan Galian C sama-sama di klaim oleh kedua desa, warga Desa Oeteta menganggap Kali Noelbiboko merupakan wilayah Desa Oeteta sementara selama ini retribusi bahan Galian C diambil oleh Desa Pariti yang juga mengklaim sebagai wilayah Desa Pariti.

Pantauan Independen-news.com di Kantor Desa Oeteta, Rabu (21/11/2018), kehadiran ratusan warga datang untuk berdialog dan menuju lokasi kali noelbiboko. Warga tiba diterima Kepala Desa, Yakob Tafae, Ketua Lembaga Pemangku Adat, Frans Messakh serta pengurus BPD. Tampak hadir pula Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kupang, Theresia Ili, S.SoS, MM, Kabid Trantib, Hendrikus Ola Kian, M.Si, juga anggota Polsek Sulamu.

Dalam dialog bersama kepala desa, suasana agak tegang karena warga bertekad untuk turun ke lokasi tapal batas dengan Pariti. Namun, pengurus lembaga pemangku adat dan kepala desa bisa menenangkan warga untuk menunggu kehadiran Kapolsek Sulamu Ipda Ketut Karta.

Tokoh masyarakat Desa Oeteta, Kristofel Liunome mengatakan persoalan batas kedua desa sudah berlangsung sejak tahun 1992, berbagai upaya melalui surat pun telah dilakukan namun sepertinya Pemerintah Kabupaten Kupang belum menyelesaikan persoalan batas itu.


Dikatakan olehnya, kali noelbiboko yang merupakan lokasi bahan galian C merupakan wilayah Desa Oeteta tapi Desa Pariti yang justru menikmati hasil dari retribusi yang di bayarkan oleh beberapa pengusaha seperti CV. Karunia Indah, CV. Metro Bangunan, CV. Sama Jaya dan lainnya.

Oleh karena itu katanya, warga Desa Oeteta bersama 6 orang tua yang dianggap mengetahui jelas tapal batas menuju lokasi kali noelbiboko agar ke 6 orang tua itu dapat menunjukan kepada masyarakat dimanakah letak sesungguhnya sehingga anak cucu Desa Oeteta dapat mengetahuinya dengan jelas. "kami hanya ingin tau dimana batasnya, soal penyelesaian persoalan batas menjadi tanggung jawab pemerintah, yang penting kami tau jelas,"Ungkapnya.

Yakob Tafae, Kepala Desa Oeteta mengatakan  dua tahun terakhir masyarakat Desa Oeteta mulai persoalkan batas itu dan telah meminta Pemerintah untuk menyelesaikannya namun hingga saat ini tidak pernah tuntas. Dirinya juga pernah menolak menandatangani batas kedua desa yang difasilitasi oleh sebuah lembaga sebab baginya batas itu tidak sesuai dengan cerita orang tua.

Masyarakat Desa Oeteta katanya ingin persoalan ini harus tuntas dengan damai. Tindakan masyarakat desa oeteta saat ini ingin persoalan tuntas, masyarakat juga meminta semua pengusaha yang mengeruk bahan galian C agar menghentikan sementara kegiatan eksplorasi menunggu proses penyelesaian oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. "kami tau batas desa itu dari tutur sejarah dan beberapa orang tua yang masih hidup saat ini sebagai sumber informasi sejarah bagi kami,"Ujarnya. (Sully).

About Author

Berita Terbaru