YURISTGAMEINIGAMEID101

Bank NTT Cabang Oelamasi Berdayakan Eks Buruh Migran

Oelamasi, Independen-news.com - Bank NTT Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang  benar - benar memberdayakan masyarakat yang pernah bekerja di luar negeri sebagai Buruh Migran dengan memberikan bantuan modal usaha untuk beternak sapi dan babi. Tidak tanggung-tanggung bantuan modal usaha yang dikucurkan yaitu ternak sapi 50 ekor dan ternak babi 50 ekor.

Bantuan itu diberikan kepada 25 orang eks buruh migran di Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang - NTT yang tergabung dalam kelompok ternak Tetus. 25 orang anggota kelompok tetus masing-masing di Dusun II dan Dusun IV itu terdiri dari 21 orang laki-laki dan 4 orang perempuan yang sebagian besar pernah menjadi buruh migran dan ada pula yang batal berangkat bekerja keluar negeri.

Dominggus Siki, eks TKI di Malaysia selama 5 tahun sejak 2013 mengatakan, di negeri jiran itu dirinya bekerja sebagai buruh semprot rumput di perkebunan sawit dengan pendapatan 15 ringgit per hektar, namun selama 5 tahun bekerja yang di bawa kembali hanya modal transport pulang kampung saja. Setelah di kampung halaman sendiri, dirinya berpikir lebih baik memelihara ternak dari pada memilih kerja ke luar negeri, kebetulan Bank NTT memberi bantuan ternak sapi dan Ternak Babi untuk dipelihra.

Dengan bantuan dari Bank NTT telah membantu masyarakat yang pernah bekerja ke luar negeri, bantuan itu pun jadi motivasi tersendiri agar masyarakat tidak selalu ingin bekerja ke luar negeri dengan hasil yang tidak memuaskan sebab di daerah sendiripun masih dapat menghasilkan uang lebih banyak lagi seperti yang cerita anggota kelompok ternak Fajar Pagi yang mendapat penghasilan Rp. 3.000.000 per bulan dari memelihara sapi.

Delvi Boys, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW)  selama 10 tahun di Negeri Jiran Malaysia mengatakan dengan adanya bantuan ternak itu dapat dijadikan sebagai pekerjaan tetap sehingga ada penghasilan sendiri dan tidak lagi berpikir untuk bekerja keluar negeri.

Sebagai mantan buruh migran, dirinya merasa kapok bekerja kembali ke luar negeri sebab jika mendapat majikan yang baik akan senang tapi jika mendapat majikan yang jahat bisa jadi masalah. "enaknya jadi TKW hanya bisa naik pesawat saja dan kalau dapat majikan baik tapi kalau dapat majikan jahat tambah susah,"Ujarnya.

Ia menuturkan, hasil sepuluh tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia ternyata tidak membekas, sebab hanya ada uang tapi tidak bertahan lama. Dengan bantuan ternak dari Bank NTT ini dapat memberi penghasilan sendiri dan tidak lagi tergiur bekerja ke luar negeri.

Sementara itu, Devita Nakmanas warga Desa Raknamo yang batal berangkat ke luar negeri menuturkan, Dirinya mendengar soal Kepedulian Bank NTT Cabang Oelamasi memberi bantuan kepada masyarakat Desa Raknamo dari cerita keluarga bahkan pemberitaan di media masa, namun saat ini telah jadi kenyataan dirinya pun memperoleh bantuan ternak babi.

Dengan memelihara ternak katanya, selain memiliki pekerjaan tetap dan memperoleh penghasilan sendiri juga selalu dekat dengan keluarganya. Oleh karena itu, ia beeharap agar para pemuda tidak hanya berorientasi bekerja ke luar negeri saja namun dapat pula bekerja di kampung sendiri dengan hasil yang memuaskan.

Pantauan Independen-news.com di Desa Raknamo, kelompok ternak Tetus saat ini sedang menyelesaikan pembuatan kandang untuk ternak Babi sementara kandang untuk ternak sapi sudah selesai dikerjakan dan pekan depan dipastikan anggota kelompok akan menerima bantuan sapi dan babi.
Dimanakah peran pemerintah Kabupaten Kupang? (Sully).
Anggota Kelompok Ternak Tetus dalam proses penyelesaian pekerjaan kandang babi.

About Author

Berita Terbaru