YURISTGAMEINIGAMEID101

Warga Desa Persoalkan Pengelolaan Taman Eden Desa Manusak

Oelamasi, Independen-news.com - Warga Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur mempersoalkan pengelolaan Dana Desa tahun 2017 yang di gunakan untuk taman eden dan sejumlah item lainnya.

Salah seorang warga Desa Manusak yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (03/10/2018) di Desa Manusak mengatakan pengelolaan taman eden menggunakan dana desa tidak memberikan dampak bagi masyarakat, sumbangan untuk Pendapatan Asli Desa dari hasil taman eden pun tidak signifikan.

Dijelaskannya, sesuai data yang tertera pada papan informasi taman eden sebenarnya terdapat beberapa tanaman dan hewan peliharaan, tapi kemudian tiadak nampak hasil secara maksimal kepada masyarakat padahal dana yang digelontorkan oleh Pemerintah Desa untuk taman eden berjumlah Rp. 181.525.000.

Menurutnya, Tanaman buah naga dalam taman eden telah habis terbakar, tanaman lain tidak ada hasilnya, pepaya california dan tanaman lainnya tidak ada hasilnya. Total 5 ekor sapi yang dipelihara dalam taman eden, 1 ekor mati dan sisanya 4 ekor dalam kondisi kurus kering tidak dipelihara dengan baik.

Sementara itu, Kristanto Bengkiuk sebagai Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Non Fisik Desa Manusak yang dikonfirmasi mengatakan untuk program taman eden dianggarkan dana sebesar Rp. 239.525.000 dengan rincian tahun 2016 sebesar Rp. 58.000.000 dan dana pengembangan tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp. 181.525.000.

Dijelaskannya, dana tahun 2017 sejumlah Rp. 181.525.000 itu digunakan antara lain untuk membeli 10 ekor sapi seharga Rp. 71.000.000, namun anehnya sapi yang dibeli hanya berjumlah 5 ekor saja sementara 5 ekor sisanya tidak ada pembelian. Dalam perjalanan dari 5 ekor sapi yang dipelihara, menurut penjelasan pengelola taman eden bahwa 1 ekor sapi mati dan tinggal 4 ekor saja. 1 ekor sapi yang mati itu kemudian di jual seharga Rp. 1.000.000 namun uangnya tidak diserahkan ke kas desa.

Selain pembelian sapi, terdapat item pekerjaan lainnya yaitu intalasi perpipaan dalam taman eden dengan total anggaran sebesar Rp. 10.000.000, namun anehnya ternyata administrasi sudah ada pembelian pipa sementara secara fisik memang tidak ada sama sekali pengadaan pipa untuk taman eden. Selain itu, ada pengadaan benih ikan lele sebanyak 1.900 ekor dengan harga satuan Rp. 5000 per ekor, saat ini kolam sudah kosong tidak ada ikannya. "antara laporan administrasi dan kenyataan secara fisik beda, laporan 100 persen tapi fisik tidak ada, tidak ada hasil untuk peningakatan PADes, pengelola taman eden juga tidak ada laporan perkembangan ke desa tapi justru lapor ke mantan kades,"Ungkapnya.

Selain taman eden, dirinya juga memberikan penjelasan mengenai pengelolaan BUMDes yang sudah tidak berjalan sejak tahun 2017 walaupun pemerintah desa memberikan penyertaan modal sebesar Rp. 50.000.000 dalam bentuk pengadaan pupuk 100 karung, obat-obatan 1 paket, pulsa telkomsel 1 pakar dan bibit tanaman. Dari penyertaan modal itu ternyata tidak ada hasil sedikitpun yang disumbangkan dari BUMDes untuk peningkatan PADes. (yesy).

About Author

Berita Terbaru