YURISTGAMEINIGAMEID101

Wabub Kupang Terpilih Ungkap Sebuah Rahasia Terpendam

Oelamasi, Independen-news.com - Wakil Bupati Kupang terpilih periode 2019 - 2024 mengungkap sebuah rahasia yang terpendam sekian lama. Rahasia yang diungkap Wabub terpilih berkaitan dengan rencana strategis pemerintah Kabupaten Kupang setelah resmi dilantik, diyakini beberapa konsep yang dirancang akan membawa dampak nyata perubahan Kabupaten Kupang.

Jerry Manafe, Wakil Bupati Kupang terpilih kepada awak media Rabu (17/10/2018) pekan kemarin di Kantor DPD Golkar Kabupaten Kupang mengungkap jelas rencana strategis pemerintah lima tahun mendatang di bawah komando Korinus Masneno - Jerry Manafe sebagai duet pemimpin baru Kabupaten Kupang.

Menurut Ketua DPD Golkar Kabupaten Kupang, opini Disclaimer oleh BPK tujuh tahun terakhir mencerminkan kelemahan tim work pemerintahan, maka untuk merubahnya perlu duduk bersama dan melihat persoalan kemudian menemukan solusinya. Solusi yang ditawarkan adalah membuat pakta integritas dari semua pimpinan OPD yang berisi rencana kerja dan terget capaian kinerja. Pimpinan OPD harus mampu memberikan penjelasan terkait rencana kerja dan target yaang akan diperoleh dalam jangka waktu 3 bulan, 6 bulan dan hasilnya dapat dilihat 1 tahun. Pakta integritas bagi pimpian OPD satu hal mutlak, juga dimaksudkan untuk mengukur sejauhmana tingkat kemajuan satu OPD berdasarkan target yang disepakati.

Pakta integritas yang dibuat dan ditandatangani semua pimpinan OPD lanjutnya menjadi dasar penilaian kinerja, pakta integritas tidak ada toleransi dan jika memang pimpinan OPD tidak mempu memenuhi target yang di buat sendiri maka tidak ada toleransi sedikitpun, pimpinan OPD disilagkan mundur dari jabatan karena dianggap tidak mampu bekerja dengan baik. "kalau mau pegang dinas ya harus profesional, punya skill dan kuasai dinasnya,"Katanya.

Menurutnya, kelemahan yang terjadi selama sepuluh tahun belakangan ini, seluruh pimpinan OPD selalu saja berganti. Satu pimpinan OPD yang beru ditugaskan beberapa saat sudah diganti dan akibatnya pimpinan OPD tidak memapu melakukan akselerasi pengembangan skill dan akhirnya kinerja masing- masing OPD anjlok drastis. Hal berikutnya adalah pengangkatan pimpinan OPD tidak melalaui seleksi kepangkatan dan golongan oleh Baperjakat sehingga yang terjadi kemudian pangkat dan golongan staf OPD lebih tinggi dari kepala dinas di tambah lagi pimpinan OPD tidak memiliki latar belakang ilmu sesuai dengan penempatan. " bagaimana kita dapat kinerja yang baik kalau kepala bidang punya kemampuan lebih dari kadis, oleh karena itu penempatan kadis harus dikembalikan sesuai latar belakang pendidikan, dalam pemerintah jangan seperti banci,"Ujarnya.

Hal lain yang diungkapnya adalah keberhasilan pemerintahan tidak bisa terlepas dari kerja sama keutuhan pemikiran eksekutif, legislatif dan judikatif yang tergabung dalam Forkopimda mesti menjadi mitra yang setara. Kelemahan selama ini Forkopimda tidak menjadi mitra yang solid, eksekutif dan legislatif berjalan sendiri sehingga dampaknya jelas pada masyarakat.

Semua staf dan pimpinan OPD serta pimpinan lain ujarnya mesti kenal diri, tau diri dan sadar diri jika selama ini menjadi pemimpin yang di karbitkan atau tiba - tiba muncul karena alasan kedekatan sebaiknya segera mengundurkan diri. Kepala Sekolah, Camat, Kepala Dinas yang selama ini muncul karena dikarbitkan segera mundur untuk kembali ke "habitat" awalnya sebab siapapun yang menduduki jabatan itu mesti memiliki kualitas, kapasitas dan kapabilitas serta kemampuan ilmu untuk menduduki jabatan tersebut, bukan hanya sekedar duduki jabatan tapi tidak miliki kemampuan mumpuni sesuai basic keilmuannya. "saya dan pak Korinus ( Korinus Masneno, Bupati terpilih) tidak akan menyusahkan orang, ASN yang naik jabatan karena di karbitkan segera mundur saja dan saya salut tapi kalau bertahan karena liat fasilitas pasti akan dikandangkan,"Tegasnya.

Hal berikutnya yang terungkap oleh Wabup Kupang terpilih adalah menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Maka langkah pertama yang dilakukannya sebagai wakil bupati dengan tupoksi utama menjalankan fungsi pengawasan internal adalah memaksimalkan kinerja Inspektorat Daerah  melakukan audit internal secara menyeluruh, hasil audit mesti dijelaskan secara terbuka bukan sistem ABS (Asal Bapak Senang). Inspektorat Daerah diminta jujur menyampaikan hasil auditnya, jika memang terdapat kesalahan asministrasi mesti diselesaikan sebelum ada audit investigasi, sebab jika ditemukan kesalahan setelah audit investigasi maka sanksi tegas menanti.

Dirinya juga menyampaikan bahwa setelah resmi di lantik, sebagai Wakil Bupati yang memiliki fungsi pengawasan internal, akan membuat nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kupang dengan Kejaksaan Negeri dan Polisi untuk bekerja sama mengawasi dan memberantas tindakan korupsi di Kabupaten Kupang termasuk tindakan korupsi di 160 Desa. (yesy).
Jery Manafe, Wakil Bupati Kupang terpilih

About Author

Berita Terbaru