YURISTGAMEINIGAMEID101

Tanam Jagung Panen Sapi, Manuju Petani NTT Mandiri

Oelamasi, Independen-news.com - "Tanam Jagung Panen Sapi" adalah sebuah tagline manajemen usaha tani memberikan semangat pada petani di NTT agar dengan menanam jagung dapat memperoleh ternak sapi dalam jangka waktu yang sangat cepat. Arti Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) sebenarnya adalah  menanam dan memproduksi pipilan  jagung hingga 4 - 5 ton per rumah tangga petani. Hasil panen jagung kemudian dijual setelah menyisikan kebutuhan pangan 1 ton, sisanya 3 - 4 ton dijual dan hasilnya kemudian dibelikan bakalan ternak sapi.

Asumsinya, jika harga jagung minimal Rp. 3000 per kilogram maka petani akan memperoleh uang tunai sebesar Rp. 12.000.000, nilai uang sejumlah itu dapat digunakan membeli 2 ekor bakalan ternak sapi dan inilah yang disebut "Tanam Jagung Panen Sapi".

TJPS memiliki kapasitas untuk pemenuhan kebutuhan dasar petani yaitu tetap menjaga ketahanan pangan namun mengembalikan kepemilikan ternak sapi secara mandiri bagi petani NTT khususnya petani di Timor dan Sumba ( di timor ternak sapi bali, di sumba ternak sapi peranakan Ongol/PO).

Secara kultural, identitas petani timor adalah  jagung dan sapi. Jangung selama ini menjadi komoditi pangan sementara sapi merupakan benteng pertahanan ekonomi rumah tangga, sapi dapat dijual untuk kepentingan strategis ekonomi rumah tangga seperti biaya pendidikan anak, biaya pembangunan rumah yeemasuk kebutuhan sosial lainnya. Oleh karena itu, sejarah membuktikan bahwa petani di Timor pasti memiliki ternak sapi dengan jumlah bervariasi menurut tingkat ekonomi masing -masing rumah tangga.

Fakta dilapangan memberi gambaran jelas bahwa semangat memelihara sapi masih sangat tinggi, namun yang dipelihara oleh petani di Timor saat ini justru bukan miliknya tapi milik pihak ketiga yaitu orang atau lembaga desa yang bekerja sama dengan petani dalam memelihara ternaknya dengan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil secara umum adalah 60 : 40, petani mendapat porsi 60 persen dan pemilik 40 persen dikurangi modal atau harga beli bakalan ternak sapi.

Dengan TJPS dapat mengentaskan kemiskinan di NTT sekaligus dapat menunjang program pemerintah NTT yaitu masyarakat NTT yang bangkit menuju sejahtera. TJPS secara operasional dapat dilakukan menggunakan pendekatan on-farm research (OFR) atau kajian yang melibatkan petani dalam penerapan inovasi teknologi di Pulau Timor yang di Laksanakan oleh BPTP NTT, Aciar-Australia dan Dinas Pertanian NTT.

Suksesnya TJPS dilihat dari sejauh mana petani mampu menguasai ternologi budidaya jagung serta kelembagaan yang mampu menyerap hasil jagung dan penyedia bakalan ternak sapi. Keunggulan TJPS tidak hanya sebagai quick win tapi akan membawa petani mengimplementasi sistem pertanian teeintegrasi. (Adriana Bire).
Panen Jagung Nasa 29 di Desa Oesao Kecamatan Kupang Timur

About Author

Berita Terbaru