YURISTGAMEINIGAMEID101

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Geram Terhadap Mantan Bupati Kupang

Oelamasi, Independen-news.com - Ketua DPRD Kabupaten Kupang geram menanggapi pernyataan Mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki yang meminta masyarakat untuk tidak memilihnya pada Pileg 2019 mendatang. Pernyataan Ayub Titu Eki itu muncul untuk menanggapi kehadiran salah satu perusahan Garam di Kabupaten Kupang yang di tuding beroperasi tanpa dilengkapi izin.

Pernyataan Mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki sebagaimana di terpublikasi pada sebuah media online Jumat (26/10/2018) mengatakan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Kupang tidak membela kepentingan masyarakat tapi justru membela perusahan yang telah membuat masyarakat susah puluhan tahun, bahkan sepenggal kutipan pernyataan Mantan Bupati Kupang mengajak masyarakat tidak memilih Ketua DPRD pada Pileg 2019.

Yosef Lede, Ketua DPRD Kabupaten Kupang,  Sabtu (27/10/2018) melalui sambungan telepon mengatakan Mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki salah menilai pernyataan dirinya. DPRD Kabupaten Kupang pada prinsipnya mendukung iklim investasi di Kabupaten Kupang, semua pengusaha di beri ruang melakukan investasi sehingga masyarakat dan pemerintah pun terbantu.

Iklim investasi bagi investor itu katanya harus dilengkapi dengan segala jenis persyaratan administrasi berupa ijin usaha dan sebagainya, dengan demikian ijin usaha menjadi dasar hukum bagi daerah memperoleh PAD dari retribusi yang di bayarkan oleh perusahan. Selain sumbangan PAD bagi daerah dari perusahan yang sudah memiliki ijin, masyarakat Kabupaten Kupang pun memperoleh pendapatan secara ekonomi sehingga kesejahteraan makin baik. "jangan karena jadi caleg terus buat pencitraan dimedia, kalau dia bilang jangan pilih saya maka saya juga bilang jangan pilih caleg yang buat pencitraan, kita dukung investor berusaha di daerah untuk tingkatkan pendapatan masyarakat namun harus ada ijin usaha,"Tuturnya.

Ijin usaha menjadi hal mutlak bagi perusahan, hal itu dimaksudkan agar perusahan turut memberikan PAD bagi daerah dan pemeeintah memiliki dasar hukum atau legal standing untuk menarik retribusi. Dampak nyata bagi daerah yaitu peningkatan PAD, menyerap tenaga kerja daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "10 tahun jadi bupati buat apa saja, sudah tau ada perusahan yang buat susah masyarakat kenapa tidak diurus, sekarang mau caleg baru buat pencitraan, macan lagi tidur jangan di bangunkan,"Ungkapnya.

Di katakanya, 10 tahum masa kepemimpinan Ayub Titu Eki sebagai Bupati Kupang, tidak sedikit MOU antara Pemerintah Kabupaten Kupang dengan investor namun tidak ada satupun memberi manfaat bagi daerah.

Beberapa perusahan yang sudah membuat MOU diantaranya untuk perusahan smelter mangan dan perusahan lainnya namun hingga saat ini tidak satupun realisasi. Dirinya mencurigai ada permainan dibelakang layar dengan perusahan tertentu sehingga berani berusaha tidak dilengkapi ijin.

Sementara itu, Mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki sampai berita ini terpublikasi belum berhasil di konfirmasi, pertanyaan konfirmasi via pesan WhatsApp belum direspon. (Sully).

About Author

Berita Terbaru