YURISTGAMEINIGAMEID101

Kenalkan Dunia Pertanian Sejak Dini, PAUD Siloam Kunjungi BPTP NTT

Oelamasi, Independen-news.com - Upaya memberikan pengenalan dunia pertanian sejak usia dini, Lembaga PAUD Siloam Asam Tiga Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang -NTT mengunjungi BPTB Balitbangtan NTT. Dalam kunjungan itu, seluruh siswa  dikenalkan untuk belajar, mengamati  secara nyata dan berkenalan dengan dunia pertanian.

Kunjungan ke BPTP Balitbangtan NTT dimaksudkan agar siswa PAUD pun diperkenalkan hal baru selain proses belajar dan bermain dalam kelas, siswa pun diberikan penahaman sejak dini bahwa proses belajar sebenarnya tidak semata - mata dikelas saja tapi diluar kelas pun dapat dilakukan secara nyata.

Seperti dikutip dari Halaman BPTP Balitbangtan NTT Kamis (18/10/2018), Pimpinan PAUD Siloam Asam Tiga, Martha Lekik, S.Th bersama guru - guru  dan sejumlah siswa PAUD Siloam mengunjungi BPTP Balitbangtan NTT. 

Bentuk proses nyata yang dapat dilakukan adalah kegiatan yang turut membawa siswa melihat/mengamati secara langsung pada objek pemebelajaran,  di antaranya mengunjungi KBI dan Perbenihan jeruk keprok di BPTP NTT yang di pandu oleh Emanuel Mau Buti, S.ST.


Pimpinan Lembaga PAUD Siloam Asam Tiga, Martha Lekik, S.TH mengatakan BPTP Balitbangtan NTT terpilih sebagai wahana pembelajaran oleh Paud Siloam karena terdapat beberapa kegiatan yang dibutuhkan pengenalan atau pembelajaran siswa Paud Siloam.

Dikatakannya, Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong murid-murid untuk meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), mencmukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).

Proses belajar dalam studi wisata  bertujuan melakukan pengamatan secara langsung dalam situasi objek  yang dikunjungi untuk selanjutnya melakukan diskusi atau tukar pendapat tentang objek tersebut, memberikan suasana baru bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga mampu membangkitkan motivasi  untuk meningkatkan kinerja mereka.

Adapun manfaat dari studi wisata ini adalah saling bertukar pengalaman bagi guru dan murid dari objek yang dikunjungi, untuk mempererat persaudaraan maupun kekeluargaan antara guru dan murid, menghilangkan kejenuhan belajar di kelas dan mempererat hubungan silaturahmi antara pihak sekolah dan BPTP NTT dengan objek wisata yang dikunjungi. (*/emb/yesy)

About Author

Berita Terbaru