YURISTGAMEINIGAMEID101

Kades Kuimasi dan Ketua TPK Akui Gunakan Dana Desa TA. 2017 Tanpa RAB

Kupang, Independen-news.com - Sidang lanjutan kasus Dugaan Korupsi Dana Desa oleh Ketua TPK dan Kepala Desa Kuimasi Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang - NTT berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial Kupang Selasa (23/10/2018), sidang dengan agenda pemeriksaan saksi - saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. 

Dalam persidangan terungkap fakta bahwa kedua Terdakwa yaitu Daud Pandie sebagai Kepala Desa bersama Stefanus Maakh sebagai Ketua TPK menggunakan dan membayar program Dana Desa TA. 2017 tanpa dilengkapi Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yaitu Prancis Sinaga, SH. MH sebagai Hakim Ketua didampingi Drs Gustap M.P Marpaung, SH dan Ibnu Kholik, SH, MH sebagai Hakim Anggota.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Ali Sunhaji, SH, MH melalui Kasie Pidsus Noven V. Bullan, SH, M.Hum selaku Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat orang saksi antara lain Sekretaris Desa Kuimasi, Bendahara Desa Kuimasi, Sekretaris TPK dan suplier.

Beberapa fakta persidangan yang berhasil diungkap oleh Majelis Hakim berdasarkan pertanyaan Jaksa Penuntut Umum bahwa untuk TA 2017 Ketua TPK bersama Kepala Desa Kuimasi menggunakan dana desa tanpa dilengkapi RAB, untuk Dana Desa TA 2016 bukan kewenangan Daud Pandie sebagai Kepala Desa lantaran dirinya baru menjabat Kepala Desa tahun 2017.

Para saksi mengakui ada beberapa kegiatan yang di kerjakan di TA 2016 dan TA 2017 sesuai dakwaan Jaksa bahwa pekerjaan belum selesai sampai saat ini namun dana telah dicairkan seluruhnya ditambah pertanggung jawabanpun telah dibuat mencapai 100 persen. Keterangan para saksi tersebut di akui oleh para terdakwa.

Sementara itu, Meriyeta Soruh, SH selaku Kuasa Hukum Terdakwa mengatakan, perbuatan pidana yang dilakukan oleh Kepala Desa Kuimasi Daud Pandie terjadi tahun 2017 sementara tahun 2016 merupakan kewenangan Martinus Boineno sebagai Penjabat Kepala Desa Kuimasi. Sedangkan Stefanus Maakh sebagai Ketua TPK melaksanakan kegiatan tanpa acuan RAB apalagi tanpa pendampingan.

Terhadap keterangan yang disampaikan oleh empat orang saksi, kedua terdakwa menyatakan mengakui seluruhnya. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi - saksi, Jaksa Penuntut Umum akan menghadirkan empat orang saksi yaitu Martinus Boineno sebagai Penjabat Kepala Desa Kuimasi tahun 2016, Tim peneliti hasil pekerjaan dan dua orang penerima manfaat. (Sully)
Empat Orang Saksi yang di Hadirkan Oleh Jaksa Penuntut Umum dalam Sidang lanjutan Dugaan Korupsi Dana Desa Kuimasi Rabu 23 Oktober 2018 di Pegadilan Tipikor Kupang

About Author

Berita Terbaru