YURISTGAMEINIGAMEID101

Hadir Memberi Diri Bagi Sesama Terutama Kaum Perempuan

Oelamasi, Independen-news.com - Tidak semua perempuan memiliki ketertarikan dengan dunia politik. Politik yang kemudian diterjemahkan oleh berbagai kalangan merupakan 'arena' sangat keras dan cenderung berwajah maskulin. Dengan segelumit cerita tentang kerasnya dunia politk menyebabkan tidak terlalu banyak perempuan yang terjun aktif, stigma yang dialamatkan kepada perempuan oleh lingkungan sosial kemudian menjadi kutukan. Masyarakatpun terlanjur membedakan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai sisi termasuk soal pekerjaan.

Perempuan mendapat cap sebagai insan yang lemah, oleh karena itu perempuan hanya sebatas memgurus rumah tangga, suami dan anak-anak. Maka oleh kalangan tertentu menilai arena politik menjadi ruang keras dan hanya bisa diikuti oleh laki-laki sementara perempuan tidak dibolehkan.

Beberapa tahun lalu setelah regulasi memberikan ruang seluasnya bagi keterlibatan perempuan dalam dunia politik apalagi regulasi itupun kemudian mengharuskan kuota 30 persen perempuan sebagai calon anggota legislatif dari tingkat pusat hingga daerah.

Kesempatan luas yang dijamin oleh regulasi, menjadikan perempuan mulai aktif dalam dunia politik. Di antara sedikit perempuan yang aktif dalam dunia politik, terdapat satu sosok perempuan biasa yaitu JESUINA DOS SANTOS LEMOS salah seorang Calon Anggota Legislatif Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Daerah Pemilihan Satu meliputi Kecamatan Kupang Timur, Kupang Tengah, Taebenu dan Amabi Oefeto.

Jesuina Dos Santos Lemos, Politisi perempuan Partai DPC Partai Hanura Kabupaten Kupang Selas (09/10/2018) di Naibonat Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT bercerita tentang alasannya bertarung dalam pemilihan anggota legislatif tahun 2019 mendatang.

Tiga hal yang mendasari dirinya bertarung dalam ajang pemilihan wakil rakyat adalah Pertama : ingin mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat demi pengembangan berbagai potensi yang ada di masyarakat terutama pengembangan potensi sumber daya alam. Kedua : ingin menjadi telinga, mata dan mulut masyarakat menyalurkan aspirasi dilembaga legislatif. Kenyataan bahwa belum banyak aspirasi masyarakat terutama mereka yang berasal dari kaum marginal yang tidak mampu bersuara dan mengeluh tentang kondisi yang dialaminya. Ketiga : mewakili perempuan untuk memperjuangkan kepentingan kaum perempuan terutama kesulitan bidang pendidikan, kesejahteraan keluarga serta kesulitan kaum peremouan lainnya yang belum mampu di suarakan oleh perempuan sendiri.

Pertanyaan mendasar yang kemudian terlontar dari masyarakat adalah apa yang sudah di lakukan di masyarakat selama ini? Mungkin memang belum banyak yang dibuat olehnya, tapi sedikit cerita ini dapat menjadi alasan masyarakat menilai perjuangan membantu masyarakat terutama anak-anak warga Indonesia asal timor-timur dibidang pendidikan.

Sebagai Ketua Yayasan Bintang Timur, bersama pihak gereja berinisiatif membangun sekolah dasar, ide untuk membangun lembaga pendidikan yang kemudian di beri nama SD Don Bosco Naunu didasari atas kondisi real anak-anak warga Indonesia asal Timor-timur yang mesti menempuh jarak berkilo-kilo meter hanya untuk sekolah.

Merasa prihatin dengan kondisi tersebut, kemudian menjadi pelecut semangatnya membangun lembaga pendidikan dengan biaya sebagian besar ditanggung sendiri. Awalnya membangun 3 ruang sekolah darurat diatas lahan milik gereja katholik. Kondisi sekolah darurat berlangsung bertahun-tahun hingga murid - murid pertama yang masuk disekolah itu sudah sampai kelas empat. Bukan itu saja, biaya transport para guru pun masih di bebankan kepada yayasan, usaha demi usaha mencari bantuan demi pembangunan dilakukan oleh Yayasan Bintang Timur namun selalu terkendala lahan yang bukan milik Yayasan.

Usaha yang tidak kenal lelah kemudian membuahkan hasil dengan diperolehnya tanah seluas 4 hektar. Dengan modal tanah yang diserahkan oleh keluarga Hendrik Manbait dan beberapa rumpun keluarga pemilik lahan kemudian bantuan pembangunan 3 ruang belajar permanen untuk SD Don Bosco Desa Naunu Kecamatan Fatuleu.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP SINGKAT
Nama : Jesuina Dos santos Lemos
Tanggal Lahir : 07 Agustus 1975
Ayah : Agapito Dos Santos
Ibu : Felina Lemos Maria de Fatima


Pendidikan:
1. SDN 7 Camea Dili Timur Tahun 1989
2. SMPN 3 Dili Timur Tahun 1992
3. SMUN1 Dili Timur 1996


Pekerjaan :
1. Ketua Yayasan Bintang Timur
2. Direktris CV Agel Abadi


Nama suami: Geraldo Apat
Anak - anak : 
1. Alegriano Apat (Alm)
2. Elsa Venezia Apat
3. Valeria J. D Graca Apat
4. Willieam Putra Apat

About Author

Berita Terbaru