YURISTGAMEINIGAMEID101

Tertarik dengan Lamtoro Terramba, Bupati Sabu Sambangi BPTP Naibonat

Oelamasi, Independen-news.com -  Popularitas Lamtoro Terramba sebagai pakan nomor satu bagi ternak sapi dan memiliki nilai ekonomis tinggi, membuat Bupati Sabu Raijua bersama rombongan secara khusus menyambangi BPTP Balitbangtan NTT guna berdiskusi dengan tim BPTP Balitbangtan NTT tentang pengembangan lamtoro terramba di Kabupaten Sabu Raijua.

Kehadiran Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus Rihi Heke disambut hangat  Plh. Kepala BPTP NTT Drs. Djemy Banoet beserta para peneliti, diantaranya Dr. Tony Basuki, Dr. Jacob Nulik, Dr. Evert Hosang, Dr. Sophia Ratnawati dan Ir. Debora Kanahau, M.Si.

Bupati Sabu Raijua, Drs. Nikodemus Rihi Heke, Senin (20/09/2018) di Naibonat mengatakan sudah lama niatnya ingin mengetahui lebih jauh soal lamtoro terramba dan ingin mengunjungi BPTP Naibobat. "sebetulnya saya sudah pernah mendapat benih taramba dari bptp dalam jumlah yang terbatas. Akan tetapi, kesempatan ini juga ingin langsung ke bptp untuk melihat lebih dekat mengenai komoditas ini, karena masih penasaran,"Ujar Bupati Rihi Heke.

Setelah berdiskusi bersama para peneliti, Bupati Sabu Raijua bersama rombongan menyempatkan melihat aktivitas teknis  di kebun BPTP NTT.  Objek yang disempatkan melihat adalah, proses pemanenan benih jagung Provit-A, peternakan ayam KUB (Kampung Unggul Badanlitbang), UPBS benih jagung, padi dan kacang hijau, percobaan pakan rumput gajah, hamparan produksi benih jagung komposit serta perbenihan jeruk keprok SoE.

Penasaran dengan pertanaman lamtoro Tarramba, selanjutnya rombongan Bupati Sabu Raijua mengunjungi hamparan tanaman lamtoro terramba seluas 300 hektar di kelompok tani binaan BPTP NTT Desa Camplong 2 yang berjarak 15 km dari kantor BPTP NTT.

Dalam kunjungan ke Poktan Setetes Madu, Bupati Sabu Raijua mendapat penjelasan detail dari Ketua Poktan tentang sejarah dan pengembangan Tarambah di wilayah kering kerontang, Poktan hanya berbekal semangat kerja keras, semangat juang bekerja keras mengembangkan lamtoro terramba.

Bukan hanya kagum soal semangat kerja anggota Poktan, Bupati Sabu Raijua pun kagum akan hasil yang telah di nikmati anggota Poktan. Dari lamtoro terramba, anggota Poktan bukan hanya mendapat hijauan pakan ternak untuk penggemukan sapi saja namun biji lamtoro terramba pun ternyata memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga jual Rp. 50.000 per kilogram dan hingga saat ini Poktan berhasil mengumpulkan uang hasil penjualan 2.800 kilogram biji lamtoro senilai ratusan juta rupiah.

Bupati Sabu Raijua menyampikan, dirinya miliki tekad untuk pengembangan tanaman lamtoro terramba di Pulau Sabu, dirinya juga meminta pihak BPTP Balitbangtan NTT untuk mengawal perkembangan tanaman lamtoro di Pulau Sabu.

Ir. Debora Kanahau, M.Si mengatakan BPTP Balitbangtan NTT yang memulai mengintrodusir komoditas ini dan telah berkembang luas tidak saja di NTT tetapi di daerah Indonesia lainnya. Ini terbukti dari hasil penjualan benihnya telah mencapai 4.8 ton. Tarambah adalah jenis tanaman Lamtoro yang berasal dari Australia yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan wilayah kering NTT. Keunggulannya adalah mampu memproduksi hijauan pada musim kering serta tahan hama Kutu Loncat. (TB/DKH/SR)
Bupati Sabu Raijua saat melihat langsung hamparan tanaman lamtoro terramba di Poktan Setetes Madu Desa Camplong 2

About Author

Berita Terbaru