YURISTGAMEINIGAMEID101

Temu Lapang dan Panen Display VUB Padi di Sumba Timur

Waingapu, Independen-news.com - Temu lapang dan sekaligud panen display VUB Padi kegiatan Pendampingan Kawasan Pertanian Padi di NTT, kegiatan temu lapang berlangsung di Kelompok Tani (Poktan) Mbuhang Desa Kawangu, Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur. Sebelumnya dilakukan  panen perdana oleh para pejabat tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan di lokasi Padi layak panen yakni pada lahan Padi varietas Inpari 41.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sumba Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Sumba Timur, unsur TNI, Kecamatan dan  Lurah Kawangu, Distributor obat pertanian, Penyuluh, Gapoktan, Poktan di sekitar lokasi kegiatan, Masyarakat dan anggota kelompok tani.

Penanggung jawab kegiatan, Ir. Charles Y. Bora, MSi Peneliti BPTP Balitbangtan NTT, Kamis (20/09/2018) di Sumba Timur mengatakan tujuan kegiatan serta hasil kegiatan panen padi (ubinan) varietas Inpari 41 = 8, 915 ton per hektar dan inpari 23 = 9, 246 ton per hektar GKP. Sedangkan varietas lainnya masih dalam tahapan/fase generatif akhir - pematangan hasil (Inpari 30, Inpari 31, Inpari 32, Inpari 43, Memberamo, IPB 3s, dan Pulut hitam).

Danisius Riwu, pelaksana kegiatan dalam testimoninya menyatakan rasa syukurnya sebabg dengan kegiatan ini petani mengenal varietas unggul baru padi, Adanya tantangan seperti kekurangan air, penyakit dan tantangan lainnya tapi berkat kerja sama yang baik maka petani dapat diperoleh jalan keluar dalam pencegahan maupun pengendalian, Dinas pertanian dapat memperhatikan kelangkaan pupuk di tingkat petani.

Ir Yohanis Hiwa Wunu, Kepala Dinas pertanian dan pangan Sumba Timur dalam sambutannya mengatakan Kegiatan pertanian merupakan pekerjaan yang mulia, tanpa petani maka semuanya akan sulit melakukan aktivitas. BPTP Balitbangtan NTT sesuai fungsinya selalu melakukan pendampingan teknologi termasuk di Poktan Mbuhang Pahamu, kegiatan demikian dapat pula dilakukan pada tempat lainnya yang juga memiliki potensi padi.

Menurutnya, Kepada petani  mampu melihat pertumbuhan dan  hasil yang baik dari masing-masing varietas yang dikenalkan perlu untuk dilanjutkan dan dikembangkan, petani pun diharapkan senantiasa dekat dengan para penyuluh agar proses transfer teknologi dapat lebih baik dan lebih banyak.

Petani juga butuh kerjasama dengan pihak lain seperti distributor obat pertanian (Nufarm) dapat terus berlanjut, sementara soal Kelangkaan pupuk dan kebutuhan alsintan akan menjadi perhatian pemerintah sehingga akan dapat mengurangi resiko kegagalan tanam dan gagal panen.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara petani dan pemerintah serta stakeholder lainnya, dalam diskusi petani mengungkap persoalan terkait penyalur pupuk yang tidak melakukan fungsinya dengan baik. (IR/CB/DP)

About Author

Berita Terbaru