YURISTGAMEINIGAMEID101

Poktan Tiwu Dangkung Manggarai Barat Kian Mantap Terapkan Teknologi PIP

Komodo, Independen-news.com - Kelompok Tani (Poktan) Tiwu Dangkung, Desa Golo Bilas Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur perlahan namun pasti kian mantap dengan inovasi teknologi Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP), kerja sama antara anggota Poktan dan penyuluh lapangan Ahmad Kasing dan Hironimus Joma serta BPTP Balitbangtan NTT berhasil merubah pola bertani Poktan Tiwu Dangkung.

Pola bertani yang dikembangkan turun-temurun oleh petani selama ini dengan mengolah lahan dan menanam padi satu kali setahun antara bulan februari hingga bulan maret dan waktu panen berkisar antara bulan mei hingga bulan juni (IP 100). Setelah musim tanam itu berakhir maka lahan dibiarkan kosong, hal ini disebabkan karena sumber air tidak lagi mencukupi.

Pola bertani model demikian berhasil di ubah setelah adanya pendampingan oleh BPTP Balitbangtan NTT dengan teknologi PIP. Saat ini petani sudah bisa melakukan 2 kali tanam ( IP 200 ) yaitu dengan memajukan waktu tanam pada bulan Desember (MT 1) dan bulan Mei (MT 2). Ada upaya khusus dilakukan untuk MT 3 yaitu dengan tanaman kacang kedelai sehingga target IP dapat tercapai IP250.

Ahmad Tahring, Sekretaris Poktan Kamis (13/09/2018) menyampaikan rasa syukur dan terimakasih yang sebesar besarnya kepada BPTP NTT karena telah melakukan pendampingan di Poktan Tiwu Dangkung sehingga petani mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru tentang pemanfaatan dan pengelolaan lahan dalam rangka peningkatan indeks pertanaman sehingga petani bisa melakukan tanam 3 kali dalam setahun dan mendapatkan penghasilan yang lebih besar dengan pola Padi - Padi - Kacang.

Untuk MT 1 lanjut Ahmad, direncanakan akan dipercepat lagi yaitu akan mulai mengolah lahan pada bulan Oktober dan mulai tanam pada bulan November dengan harapan dapat memanfaatkan air dan lahan lebih maksimal. Anggota Poktan berharap  BPTP Balitbangtan NTT tetap melakukan pendampingan sampai kelompok benar benar bisa menerapkan pola tanam tersebut dan mampu menjadi kelompok percontohan bagi kelompok tani dan daerah lain. (CB/yesy).

About Author

Berita Terbaru