YURISTGAMEINIGAMEID101

Gubernur NTT Tegaskan Usir Perusahan Garam Berizin Tapi Tidak Kerja

Oelamasi, Independen-news.com -
Gubernur Nusa Tenggara Timur tegaskan tidak segan-segan usir perusahan garam yang sudah miliki izin operasi tapi tidak kerja, masyarakat diminta tetap kerja. Sebagai Gubernur NTT dirinya siap pasang badan untuk membela masyarakat, persoalan hukum di urus kemudian.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Senin (10/09/2018) dalam sambutanya saat Panen Raya bersama PT. GIN di Desa Bipolo Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang mengatakan selain PT. GIN, sejak dulu saat dirinya masih SMP ada sejumlah perusahaan garam yang katanya memiliki izin operasi tapi tidak aktif dalam mengelola lahan. Perusahan itu hanya terpampang papan nama puluhan tahun tapi tidak efektif mengelola lahan.

"memang sejak SMP Bipolo ini sudah ada perusahaan yang izin namun hanya datang pasang nama saja sehingga lahan tidur selama puluhan tahun. Ini yang tidak boleh kita biarkan,"Jelasnya

Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa jika ada  perusahaan garam yang datang dan hanya mengantungi izin  namun tidak bekerja maka sebagai gubernur ia siap bersama masyarakat memgusir perusahan itu. Yang terpenting adalah lahan tidak dibiarkan tidur, mengenai persoalan hukum urusan nanti.

"Kerja saja oleh masyarakat, Gubernur ada untuk rakyat. Hukum saya tidak urus, yang penting kerja, nanti siapa yang menang baru kita urus lagi. tanah ini milik masyarakat, nanti saya lapor ke pak Presiden bahwa Masyarakat kerja namun ada gangguan hukum sedikit,"Tegasnya.

Dirinya berkeyakinan suatu saat nanti NTT menjadi sebuah provinsi yang di perhitungkan di kancah Nasional maupun Internasional karena kekayaan garamnya. Garam menjadi perhatian Gubernur dan jajaran karena Indonesia tahun ini impor 3,7 juta ton. Lahan garam di NTT sangat luas dan harus kelola dengan baik sehingga kemudian dapat mengurangi beban import garam, hal ini senada dengan pernyataan Presiden RI bahwa tahun 2019 tidak boleh ada lagi import garam. 

Mengakhiri sambutannya, Viktor berpesan kepada masyarakat agar rajin bekerja dalam mengelola lahan garam yang ada tanpa rasa takut demi  kecukupan  kebutuhan garam Nasional.

Stefanus Tob, salah seorang masyarakat Desa Bipolo mengucapkan terimakasih kepada  Gubernur NTT yang sudah peduli dengan masalah yang di alami masyarakat Bipolo sehingga kedepan masyarakat bekerja tidak terbeban lagi dengan isu-isu masalah hukum.

"Tentunya Hari ini masyarakat semua senang karena  Gubernur NTT  sudah mempunyai komitmen untuk usir perusahaan  yang hanya memiliki izin tetapi tidak bekerja.  Gubernur NTT sudah peduli dengan masyarakat,  selama ini kita di kampung jadi terlalu banyak isu yang beredar kalau lahan kami juga bagian dari izin HGU sehingga kami kerja juga  masih pikiran hukum sini sana. Tetapi Gubernur sudah siap pasang badan untuk masyarakat Bipolo maka kami juga siap wujudkan mimpi Bapak Gubernur untuk memenuhi kebutuhan garam Nasional,"Ungkapnya

Ketua Asosiasi Garam Industri Nasional NTT, Daniel Cherlin dalam sambutannya mengatakan bahwa Pulau Timor memiliki banyak lahan potensial yang bisa di garap untuk pemenuhan swasembada garam nasional. Dukungan Gubernur sangat di harapkan demi pemenuhan swasembada garam Nasional sehingga mimpi besar untuk pemenuhan garam di NTT dan Nasional bukan hanya mimpi tetapi nyata.

Mekanisme kerja disini, lanjut Daniel Cherlin, perusahan sebagai penggarap sedangkan masyarakat tetap sebagai pemilik dan yang mengelola, Perusahaan yang membantu memasarkan saja.

Direktur PT. GIN, Hendra Wijaya menjelaskan bahwa PT. GIN baru beroperasi di Bipolo selama empat bulan namun sudah mampu memproduksi 400 ton garam. Sementara untuk pemasaran, Hendra menjelaskan bahwa pihaknya masih fokus untuk memenuhi  kebutuhan garam  Nusa Tenggara Timur  dan Nasional.(*/Jesy).

About Author

Berita Terbaru

1 Komentar:

avatar