YURISTGAMEINIGAMEID101

Bocor Rekaman Pembicaraan Soal Fee 15 Persen Program PISEW Amarasi Timur

Oelamasi, Independen-news.com - Bocor Rekaman pembicaraan via telp soal pemberian fee 15 persen dari Kontraktor pelaksana pekerjaan Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun 2018 di Desa Rabeka Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam rekaman yang berdurasi 30 menit itu, Kuat dugaan pembicaraan melalui telepon genggam dilakukan oleh BR Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) dan YB Kepala Desa Rabeka Kecamatan Amarasi Timur. BR sebagai Ketua BKAD dalam rekaman pembicaraan telepon yang diperoleh Independen-news.com Kamis (06/09/2018) nyata mengatakan bahwa pihak ke tiga bersedia memberikan fee terder proyek pekerjaan PISEW di Desa Rabeka sebesar 15 persen dari total anggaran sebesar Rp. 590.000.000 atau setara Rp. 62.000.000.

Dalam rekaman pembicaraan melalui telepon genggam di ketahui terjadi sekitar tanggal 07 Agustus 2018 pukul 18.30 wita, BR dalam rekaman itu mengatakan bahwa Fasilitator Masyarakat (FM)  bersama dirinya telah sepakat memenagkan pihak ketiga yaitu CV. JB dimana pimpinan CV. JB pun sepakat akan memberikan fee 15 persen atau Rp. 62.000.000 lebih kecil dari tawaran pertama sebesar Rp. 75.000.000. BR mengatakan fee sebesar Rp. 62.000.000 itu rencananya akan dibagikan kepada seluruh anggota BKAD, Fasilitator Masyarakat, Kepala Desa dan perangkatnya bahkan kepada Camat Amarasi Timur.
Kepala Desa Rabeka dalam rekaman pembicaraan itu hanya mengingatkan agar BKAD sebagai pelaksana teknis pekerjaan dilapangan mesti bekerja sesuai dengan aturan dan tahapan yang berlaku untuk menghindari dampak hukum dikemudian hari.

Untuk diketahui bahwa program PISEW sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) dan Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dilaksanakan dengan tujuan menyediakan atau meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala kawasan untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah.

PISEW sebagai upaya untuk mengatasi masalah kesenjangan antar wilayah, kemiskinan, dan pengangguran, telah dilaksanakan oleh Pemerintah melalui berbagai kebijakan dan kegiatan nasional. PISEW sendiri merupakan program Padat Karya murni dan tidak dapat dilakukan tender, total dana PISEW sebesar Rp. 600.000.000 dengan rincian Rp. 10.000.000 untuk dana operasional BKAD dan Rp. 590.000.000 untuk pekerjaan fisik.

Sementara itu, BR Ketua BKAD Kecamatan Amarasi Timur yang dikonfirmasi via telepon genggamnya membantah keras soal isu fee 15 persen dalam rekaman pembicaraannya dengan Kepala Desa Rabeka.

Menurutnya, tidak benar ada fee 15 persen dari pihak ke tiga, BKAD hanya menggunakan alat berat milik CV. JB untuk mengambil material di sekitar lokasi pekerjaan. Dirinya juga membantah soal tender pekerjaan, sebab program PISEW bersifat Padat Karya murni yang tidak dapat dilakukan tender. (Jesy).

About Author

Berita Terbaru