YURISTGAMEINIGAMEID101

137 Ekor Kuda Ramaikan Pacuan Kuda Piala Dekan Fakultas Peternakan Undana 

Oelamasi, Independen-news.com -
Tercatat sebanyak 137 ekor kuda ikut ramaikan pacuan kuda dan kontes ternak kuda memperebutkan piala Dekan Fakultas Peternakan Undana Kupang tahun 2018. Kegiatan kali ini merupakan tahun ke dua penyelenggaraan setelah tahun 2017 dan sekaligus memperingati Dies Natalis ke 55 Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ir. Winfrit Albert Lay, MP dalam laporannya menyampaikan kegiatan akan berlangsung tanggal 20 - 23 September 2018 di Lapangan Pacuan Kuda Lifubatu Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang - NTT.

Dijelaskannya, ternak kuda adalah ternak yang sering dipelihara masyarakat selama ini, sebab ternak kuda digunakan sebagai alat transportasi barang dan manusia di pedalaman, kebutuhan budaya atau adat pada etnis tertentu, dan pacuan kuda dilaksanakan sebagai pesta rakyat menjelang HUT Kemerdekaan setiap tahun. Pasca era itu, perkembangan populasi kuda kecuali kuda sumba mengalami penurunan karena wabah penyakit anthrax dan kegiatan pacuan kuda mengalami kelesuan.

Namun di era tahun 2000an animo masyarakat memelihara kuda makin tinggi seiring dengan giat pacuan kuda mulai sering di pertandingkan. Sementara minat pelihara kuda mulai bergeser dari kuda lokal timor dan sandel ke bangsa kuda thoroughbred asal australia, akibatmya kemudian berkurangnya pengembangan kuda lokal yang berakibat terkurasnya plasma nutfah ternak kuda lokal di NTT. Fenomena itu kemudian menjadi alasan utama Fakultas Peternakan Undana Kupang ikut mendorong minat masyarakat untuk pengembangan ternak kuda melalui pacuan kuda dan konteks ternak kuda.

Untuk penyelenggaraan pacuan kuda dan kontes ternak kuda tahun 2018 diikuti oleh 137 ekor kuda dari empat Kabupaten/kota yaitu Kabupaten Kupang 102 ekor, Kabupaten TTU 13 ekor, Kabupaten Rote Ndao 21 ekor dan Kota Kupang 1 ekor. 137 ekor kuda itu akan berlomba di 7 kelas yang dilombakan antara lain kelas pemula lokal umur 2 tahun, Kelas EE,  Kelas E, Kelas D, Kelas C, Kelas B dan Kelas A.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Undana Kupang, Ir. Gustaf Oematan, M.Si mengatakan alasan utama dibalik penyelenggaraan pacuan kuda dan kontes ternak kuda sebagai bentuk keprihatinan Fapet Undana terhadap populasi kuda lokal timor atau kuda poni di NTT yang hampir punah akibat animo masyarakat memelihara kuda poni makin rendah. Hal ini pun diperparah dengan permintaan pasar yang tinggi terhadap kuda lokal timor untuk kebutuhan konsumsi, kuda timor kerap kali menjadi primadona pengiriman untuk memenuhi kebutuhan pasar misalnya pasar di Bima NTT dan Jenepontoh Sulbar.

Dengan kondisi demikian, dirinya yakin pada suatu saat populasi kuda timor akan benar-benar punah, melihat fenomena itu maka Fapet Undana tampil paling depan untuk turut memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui lomba pacuan kuda dan kontes ternak kuda dua tahun berturut-turut. Dengan demikian masyarakat kemudian merasa bersemangat untuk kembali memelihara kuda timor atau kuda poni.

Apalagi, Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang lanjutnya, saat ini memang sedang giat-giatnya melakukan promosi pariwisata. Kehadiran kuda timor atau kuda poni dapat dimanfaatkan sebagai transportasi pada objek wisata tertentu maka dengan demikian mampu memberikan PAD bagi daerah.

Menurutnya, Fapet Undana tidak hanya sebatas lomba pacuan kuda dan kontes ternak kuda untuk tetap mempertahankan populasinya, hal lain yang juga turut di lakukan oleh Fapet adalah menyediakan pejantan kuda poni sebagai sentra produksi simen cair untuk proses kawin suntik atau inseminasi buatan bagi kuda-kuda betina milik masyarakat.

Minat masyarakat yang memiliki kuda dalam lomba pacuan kuda dan kontes ternak kuda mengalami peningkatan, tahun 2017 diikuti 128 ekor kuda sementara tahun 2018 ada 137 ekor kuda. Jika saja tidak berbenturan lomba yang sama di pulau sumba maka dipastikan peningkatan peserta tahun 2018 sangat tinggi, beberapa daerah juga mengirim kudanya untuk lomba yang sama di pulau sumba.

Dijelaskan pula, untuk kontes ternak kuda terdapat dua kelas yang dilombakan yaitu kelas kuda asli timor atau kuda poni, kelas kuda hasil kawin silang dan kuda sandelwood. Kontes ternak kuda pun dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman kepada masyarakat pecinta kuda tentang bagaimana memelihara kuda yang baik untuk kemudian menghasilkan kuda stadard pula dengan berbagai kriterianya.(yesy).

About Author

Berita Terbaru