YURISTGAMEINIGAMEID101

Rencana Hancurkan Situs Sejarah, Pemkab Kupang Tuai Protes Keras

Oelamasi, Independen-news.com - Rencana Pemerintah Kabupaten Kupang menghancurkan situs sejarah istana eks keresidenan timor di Kota Kupang mulai menuai protes keras dari masyarakat. Pasalnya, niat Pemkab Kupang ingin menghancurkan situs sejarah timor itu di duga untuk kepentingan bisnis antara Pemkab Kupang dengan pihak swasta.

Yaherlof FoEh, salah seorang warga Kota Kupang melaui surat terbuka kepada Penjabat Gubernur NTT, Bupati Kupang dan Walikota Kupang yang diperoleh media ini Senin (27/08/2018) menguraikan delapan point tuntutan.

Pertama, Kehancuran dan penghancuran sebuah situs sejarah adalah tindakan yang sangat disesalkan oleh warga yang menjungjung tinggi suatu peradaban sejarah. Dari situlah sebenarnya pemerintah mendesain suatu konstruksi tata kota yang selain menjamin estetika, social ekonnomi tapi pemerintah harus menjamin dan melindungi bahkan memelihara dan melestarikan situs-situs budaya dan peradaban. Jika tidak maka suatu kota akan kehilangan entitas peradaban. Harga dari sebuah kota antara lain ditentukan dari tingginya peradaban itu sendiri. Setiap azet hasil sebuah peradaban adalah milik bersama/milik rakyat dan pemerintah dipercaya menggunakan otoritasnya untuk melihara, melindungi dan melestarikannnya bukan sebaliknya menggunakan otoritas yang berakibat pada hancurnya sebuah hasil peradaban.

Kedua, didalam kawasan Kota Kupang Eks Kantor Bupati Kupang adalah Bekas Kantor Residen Timor (Keresidenan Timor), Istana Residen Timor langsung di Depan Gereja Kota Kupang, Rumah Jabatan  Wakil Residen Timor tepat disamping Gereja Kota Kupang, selain itu didirikan Penjara (Ex Penjara Kupang) yang semuanya berada disekitar Benteng Concordia/Markas Tentara Belanda yang sekarang ini menjadi MarkasTNI Batalyon Yonif 743/PSY.

Ketiga, Didalam Kawasan Benteng Concordia itulah dibangun oleh Belanda Pos Pelayanan Rohani untuk melayani para prajurit Belanda. Bangunan Tua yang menjadi Pos Pelayanan Rohani masih berdiri dan menjadi situs sejarah. Cikal bakal berdirinya Gereja Kota Kupang. (Eksplorasi Panitia Peringatan 400 Injil Masuk Timor oleh Gereja Kota Kupang Tahun 2014).

Keempat, ekspansi Persekutuan Jemaat terjadi dan dibutuhkan Pelayanan yang lebih luas maka Residen Timor mendirikan Gereja Kota Kupang pada tempat dan nama yang tidak berubah sampai saat ini, yang berada dalam pusat Keresidenan Timor tepat disamping Rumah Jabatan Wakil Residen Timor.

Kelima, kawasan Gereja Kota Kupang, Kantor Keresidenan Timor, Rumah/Istana Residen Timor, Rumah Wakil Residen Timor, Penjara dan Benteng Tentara Belanda adalah merupakan satu kesatuan wilayah, gugusan situs sejarah dan peradaban yang harus dilindungi oleh Negara dan Pemerintah. 

Keenam, faktanya telah terjadi aktivitas membangun berupa pemagaran, penggalian fondasi, penghancuran, pengrusakan bangunan disekitar/samping bangunan induk/rumah jabatan Wakil Residen Timor.

Ketujuh, kuat dugaan telah terjadi pengalihan azet sejarah Rumah Jabatan Wakil Residen Timor  dari Pemerintah Kabupaten Kupang kepada pihak ketiga. 

Kedelapan, sebagai warga kota kupan sekaligus sebagai Dosen FISIP Undana, perlu mengambil langkah proaktif untuk mendesak Pemerintah Provinsi NTT, mengambil langkah koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang guna membatalkan pengalihan situs sejarah, dan pemerintah Kota Kupang membatalkan IMB/ Ijin Renovasi. (Jesy).



About Author

Berita Terbaru