YURISTGAMEINIGAMEID101

Pemkab Kupang Tutup 58 Lembaga PAUD, Wakil Bupati Terpilih Bilang itu Tidak Tepat

Oelamasi, Independen-news.com - Langkah Pemerintah Kabupaten Kupang melalui SPNF - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menutup 58 lembaga PAUD dengan alasan rasionalisasi APBD 2018 merupakan langkah yang sangat tidak tepat. Ada solusi lain yang mungkin ditempuh pemerintah tapi bukan dengan menutup lembaga PAUD itu.

Jery Manafe, SH, M.Th, Wakil Bupati Kupang terpilih Rabu (29/08/2018) di Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur justeru sayangkan sikap pemerintah, kebijakan yang ditempuh menutup lembaga PAUD hanya karena alasan rasionalisasi APBD tahun anggaran 2018 merupakan tindakan yang tidak tepat dan memprihatinkan.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang ini, dampak psikologis yang ditimbulkan akibat penutupan 58 lembaga PAUD mesti dihadapi oleh anak - anak usia 1 tahun hingga 5 tahun sebagai usia emas perkembangan generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Kupang melalui SPNF-SKB tentunya dapat membayangkan jika penutupan 58 lembaga PAUD akan berdampak langsung pada perkembangan psikologi ribuan anak usia dini di Kabupaten Kupang. Anak - anak yang sudah terbiasa bermain dan belajar bersama temannya di PAUD tapi kemudian lembaganya ditutup akan memberikan dampak negatif bagi anak itu sendiri.

Baginya, penutupan 58 lembaga PAUD hanya karena alasan rasionalisasi APBD sebagai tindakan yang dinilai tidak tepat. Masih banyak mata anggaran yang bisa dilakukan rasionalisasi misalnya anggaran perjalanan dinas Pemerintah dan DPRD. "jangan karena alasan anggaran lalu kita korbankan anak usia dini sebagai generasi emas penentu masa depan kabupaten kupang,"Ujarnya.

Langkah penutupan 58 lembaga PAUD oleh Kepala SKB sebagai tindakan tergesa - gesa dan tidak bijaksana, kerinduan dan semangat anak usia dini untuk sekolah, belajar menjadi pupus oleh langkah tragis Kepala SKB yang akhirnya juga hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitar menjadi rusak.

Bukan hanya ribuan anak usia dini yang terancam tidak sekolah, ternyata pendidik PAUD yang mengabdikan dirinya demi perkembangan generasi bangsa pun mesti kehilangan harapan. Padahal, persoalan mendidik anak usia dini bukan pekerjaan mudah, dibutuhkan kerelaan dan panggilan jiwa untuk melayani anak bangsa.

Sementara itu, Emanuel M. E Buan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang yang hendak dimintai tanggapannya sedang tidak berada di kantornya.

Diberitakan media ini sebelumya, Penutupan 58 Lembaga PAUD di bawah naungan langsung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) itu sesuai surat kepada masing - masing pimpinan Lembaga PAUD, padahal 58 Lembaga PAUD itu termasuk dalam jumlah 150 lembaga yang mengantongi Surat Keputusan Bupati Kupang Nomor 117/KEP/HK/2018 tanggal 26 Maret 2018  tentang Penetapan Pengelola dan Pendidik PAUD dan Kelompok Bermain yang diselenggarakan oleh SPNF-Sanggara Kegiatan Belajar Kabupaten Kupang tahun 2018

Surat pemberitahuan yang tandatangani langsung oleh Kepala SPNF - SKB Kabupaten Kupang Alexander Miha Wadu, SH justeru tidak menjelaskan alasan mendasar penutupan 58 lembaga PAUD. Alasan yang dikemukakan sesuai isi surat adalah adanya Rasionalisasi Anggaran yang berdampak pada berkurangnya anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi termasuk penyelenggaraan program dilapangan dan alasan berikutnya adalah alih fungsi UPTD Sanggar Kegiatan Belajar menjadi SPNF Sanggara Kegiatan Belajar sesuai Permendikbud Nomor 4 tahun 2016. (Jesy)

About Author

Berita Terbaru