YURISTGAMEINIGAMEID101

Pemkab Kupang Larang 2000 Anak Usia Dini Untuk Sekolah

Oelamasi, Independen-news.com - Pemerintah Kabupaten Kupang melarang sekitar 2000 orang anak Usia Dini di Kabupaten Kupang untuk berhenti sekolah. Larangan Pemkab Kupang itu diwujudkan dengan penutupan 58 lembaga PAUD dengan alasan rasionalisasi APBD Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2018.

Penutupan 58 Lembaga PAUD di bawah naungan langsung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) itu sesuai surat kepada masing - masing pimpinan Lembaga PAUD, padahal 58 Lembaga PAUD itu termasuk dalam jumlah 150 lembaga yang mengantongi Surat Keputusan Bupati Kupang Nomor 117/KEP/HK/2018 tanggal 26 Maret 2018  tentang Penetapan Pengelola dan Pendidik PAUD dan Kelompok Bermain yang diselenggarakan oleh SPNF-Sanggara Kegiatan Belajar Kabupaten Kupang tahun 2018

Surat pemberitahuan yang tandatangani langsung oleh Kepala SPNF - SKB Kabupaten Kupang Alexander Miha Wadu, SH justeru tidak menjelaskan alasan mendasar penutupan 58 lembaga PAUD. Alasan yang dikemukakan sesuai isi surat adalah adanya Rasionalisasi Anggaran yang berdampak pada berkurangnya anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi termasuk penyelenggaraan program dilapangan dan alasan berikutnya adalah alih fungsi UPTD Sanggar Kegiatan Belajar menjadi SPNF Sanggara Kegiatan Belajar sesuai Permendikbud Nomor 4 tahun 2016.

Menanggapi penutupan 58 Lembaga PAUD yang rata - rata mendidik 20 - 50 orang Anak Usia Dini, maka seluruh pengelola dan Pendidik 58 lembaga PAUD mendatangi Gedung DPRD mengadukan nasibnya.

Joao Soares Baptista, Pengelola PAUD Barlak Desa Naunu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (29/08/2018) di Gedung DPRD mengatakan kehadirannya digedung DPRD untuk mengadukan nasib 58 lembaga PAUD yang ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.

Baginya, penutupan lembaga PAUD akan berakibat langsung pada Anak Usia Dini, anak - anak terpaksa akan berhenti sekolah akibat kebijakan sepihak pemerintah untuk alasan rasionalisasi APBD.

"kami raasa berat jika PAUD ditutup, hadirnya PAUD untuk masa depan anak apalagi program sudah berjalan hingga bulan agustus,"Keluhnya.

Densy Mali, S.Pd salah seorang pendidik PAUD Anggrek Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur merasa penutupan lembaga PAUD merupakan tindakan sewenang - wenang. Sebagai pendidik dirinya merasa tidak pernah melakukan kesalahan fatal yang berakibat pada penutupan PAUD.

Emanuel M. E Buan,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang yang ditemui di Gedung DPRD belum sempat memberikan pernyataan resmi karena akan menghadiri panggilan Komisi C DPRD Kabupaten Kupang. (Jesy).

About Author

Berita Terbaru