YURISTGAMEINIGAMEID101

BPTP Balitbangtan NTT Dampingi Kelompok Peternak Desa Raknamo


Oelamasi, independen-news.com - BPTP Balitbangtan NTT terus melakukan pendampingan terhadap kelompok Ternak Fajar Pagi Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pendampingan dilakukan untuk memberi informasi terkait kesehatan ternak sapi dan pengenalan pakan lamtoro terramba.

Dr. Ir. Sophia Ratnawati, M.Si Peneliti Peternakan sekaligus Koordinator Program dan Evaluasi BPTP Balitbangtan NTT, Kamis (23/08/2018) di Kelompok Fajar Pagi Desa Raknamo mengatakan pendampingan kepada kelompok ternak Fajar Pagi berlangsung sejak bulan Mei 2018 untuk memberi penyuluhan  dan perawatan kesehatan ternak serta mengenalkan lamtoro taramba sebagai bahan pakan  Kelompok tani Fajar pagi merupakan kelompok binaan Dinas peternakan Kabupaten Kupang.

Kegiatan pendampingan katanya meliputi penimbangan berat badan sapi jantan setiap bulan  dan Monitoring kesehatan ternak, monitoring kesehatan terutama bagi ternak yang sakit atau luka akan di beri obat sesuai kebutuhan ternak. Kelompok ternak Fajar Pagi Desa Raknamo merupakan kelompok binaan BPTP Balitbangtan NTT dan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang serta Bank NTT sebagai lembaga keuangan yang pertama kali memberi bantuan kredit lunak untuk usaha. Pendampingan juga dilaksanakan guna mengetahui perlembangan berat badan ternak sesuai asuoan gizi dari pakan yang diberikan sebagai sumber energi. "Poktan Fajar pagi bertekad kegiatan penggemukan sapi ini akan terus berlanjut dan berkembang dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok sehingga dapat menjadi kelompok yang  mandiri dan Berdikari,"Ujarnya.

Selain jenis pendampingan diatas lanjutnya, BPTP Balitbangtan NTT juga mengintroduksi Lamtoro Taramba sebagai sumber hijauan pakan protein tinggi pada lahan kebun kelompok seluas 10 hektar yang penanamanya akan dilaksanakan pada awal musim hujan tahun 2018. Untuk pendampingan bulan Agustus 2018, jumlah sapi yang mendapat layanan penimbangan dan Perawatan kesehatan berjumlah 49 ekor.

Semua sapi yang di pelihara oleh kelompok Ternak Fajar Pagi katanya telah mendapat asuransi ternak  Untuk memberikan jaminan keamanan bagi peternak dan ternak, semua sapi tersebut telah diikutkan asuransi sapi di Jasindo dengan premi Rp.84.000 per ekor per 6 bulan.
Sementara itu, Ir. Medo Kote, M.Si Penyuluh Peternakan BPTP Balitbangtan NTT mengatakan setelah proses penimbangan berat badan sapi yang dilakukan setiap bulan, setiap sapi yang mengalami penurunan berat badan murni dari bulan sebelumnya akan diberikan penjelasan. Hal ini berkaitan dengan pemberian pakan yang baik oleh peternak, dan secara keseluruhan grafik berat badan ternak mengalami penurunan akibat makin berkurangnya jumlah pakan ternak.
Menurutnya, dari hasil pendampingan BPTP Balitbangtan NTT terjadi perubahan pola perilaku peternak. Hal yang paling nyata soal pemberian pakan kepada ternak, awalnya peternak hanya memberikan pakan dengan cara - cara lama atau hanya diberikan saja tanpa di cacah terlebih dahulu. Selain itu, peternak juga sudah mengetahui soal pakan yang diberikan tidak hanya lamtoro saja, peternak mulai memberi aneka jenis pakan selain lamtoro yaitu rumput, legum, dll. (Jesy/SR, DP, MK, DB)

About Author

Berita Terbaru